Istri Abu Bakr al Baghdadi Ungkap Banyak Informasi Tentang ISIS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, al Baghdadi bersembunyi di Provinsi Idlib, sebuah wilayah yang didominasi oleh kelompok-kelompok pesaing ISIS, Al Qaeda, dan berjarak ratusan kilometer dari bekas wilayah ISIS di sepanjang perbatasan antara Suriah dan Irak. Islamic State Group/Al Furqan Media Network/Reuters TV

    Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, al Baghdadi bersembunyi di Provinsi Idlib, sebuah wilayah yang didominasi oleh kelompok-kelompok pesaing ISIS, Al Qaeda, dan berjarak ratusan kilometer dari bekas wilayah ISIS di sepanjang perbatasan antara Suriah dan Irak. Islamic State Group/Al Furqan Media Network/Reuters TV

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat Turki mengatakan salah seorang istri pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi mengungkapkan banyak informasi tentang lingkaran dalam kelompok setelah dia ditangkap tahun lalu.

    Pejabat itu mengatakan pasangan Baghdadi mengidentifikasi dirinya sebagai Rania Mahmoud tetapi sebenarnya adalah Asma Fawzi Muhammad Al-Qubaysi, seperti dikutip dari CBS News, 9 November 2019.

    Dia dikatakan sebagai istri pertama pemimpin ISIS, yang terbunuh dalam serangan pasukan khusus AS di Suriah bulan lalu. Al Baghdadi diketahui memiliki empat istri, menurut The Associated Press.

    Istri Baghdadi ditangkap pada 2 Juni 2018, di provinsi Hatay, Turki, dekat perbatasan Suriah, bersama 10 lainnya, termasuk putri Baghdadi, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Leila Jabeer.

    Pejabat itu mengatakan hubungan keluarga dikonfirmasi menggunakan sampel DNA dari Baghdadi yang disediakan oleh otoritas Irak. "Kami menemukan identitas asli (sang istri) dengan cukup cepat. Pada saat itu, ia mengajukan banyak informasi tentang Baghdadi dan cara kerja ISIS," kata pejabat itu.

    "Kami dapat mengkonfirmasi banyak hal yang sudah kami ketahui. Kami juga memperoleh informasi baru yang menyebabkan serangkaian penangkapan di tempat lain."

    Para tahanan ditahan di sebuah pusat deportasi di Turki, seorang pejabat senior Turki, menambahkan, "Mungkin ada atau tidak mungkin target bernilai tinggi lainnya dalam tahanan Turki. Saya tidak diizinkan untuk membahas penyelidikan yang sedang berlangsung dan operasi intelijen."

    Rasmiya Awad, 65 tahun, kakak perempuan pemimpin ISIS al-Baghdadi. Sumber: Reuters

    Awal pekan ini, Turki mengatakan telah menangkap saudara perempuan Baghdadi, Rasmiya Awad, di kota Azaz di Suriah utara. Seorang pejabat senior Turki berbagi gambar kartu identitas yang dipalsukan Awad, dikutip dari CNN.

    Tidak banyak yang diketahui tentang Awad, 65 tahun, tetapi Turki berharap penangkapannya akan mengarah pada pencarian intelijen tentang kelompok militan. Dia saat ini sedang diperiksa oleh pihak berwenang.

    "Hal semacam ini adalah tambang emas intelijen. Apa yang dia ketahui tentang ISIS dapat secara signifikan memperluas pemahaman kita tentang kelompok dan membantu kita menangkap lebih banyak orang jahat," kata pejabat Turki itu.

    Awad ditahan dalam serangan terhadap unit rumah kontainer di Azaz, provinsi Aleppo, bagian dari wilayah yang telah dikelola oleh Turki sejak melakukan operasi perbatasan pembersihan militan ISIS pada 2016.

    Dia ditahan bersama suami dan menantunya, yang juga diinterogasi oleh otoritas Turki. Lima anak ditemukan bersama mereka selama penggerebekan saudari al Baghdadi, kata pejabat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.