Orang Jerman Anggap Trump Lebih Berbahaya dari Kim Jong Un

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden AS Donald Trump, saat melakukan kampanye di Battle Creek, Michigan, 19 Desember 2019. Trump didakwa dengan dua pasal. Yakni, penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan diri dan politiknya sendiri, dan menghalangi penyelidikan kongres terkait isu Ukraina. REUTERS/Leah Millis

    Ekspresi Presiden AS Donald Trump, saat melakukan kampanye di Battle Creek, Michigan, 19 Desember 2019. Trump didakwa dengan dua pasal. Yakni, penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan diri dan politiknya sendiri, dan menghalangi penyelidikan kongres terkait isu Ukraina. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerman memandang Presiden Donald Trump sebagai ancaman yang lebih besar bagi perdamaian dunia daripada para pemimpin dunia terkemuka lainnya seperti Vladimir Putin dan Kim Jong Un, menurut survei baru dari YouGov.

    Jajak pendapat, yang disponsori oleh kantor berita Jerman DPA, menemukan bahwa 41 persen orang Jerman merasa Trump adalah yang paling berbahaya dari lima pemimpin penting global dalam daftar, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, diktator Korea Utara Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan Presiden Cina Xi Jinping, seperti dikutip dari Newsweek, 27 Desember 2019.

    Sebaliknya, pemimpin dunia kedua yang dinilai paling berbahaya oleh warga Jerman adalah Kim Jong Un, yang dipilih oleh 17 persen responden. Putin dan Khamenei mendapatkan perolehan dari 8 persen responden, sedangkan Xi hanya dipilih oleh 7 persen. YouGov mensurvei 2.024 orang di Jerman antara 16-18 Desember 2019.

    Gedung Putih belum berkomentar terkait hasil survei ini.

    Kanselir Jerman Angela Merkel menyambut Presiden AS Donald Trump saat tiba dalam KTT G-20 di Hamburg, Jerman, 6 Juli 2017. REUTERS/Michael Kappeler/POOL

    Pada tahun 2018, Jerman memiliki pendapat yang sama tentang Trump, sehubungan dengan para pemimpin dunia lainnya, menurut survei YouGov serupa.

    Jerman, seperti banyak negara Eropa lainnya, telah melihat gelombang populisme sayap kanan pada 2019 yang telah membentuk kembali prioritas politik domestik. Setelah AS memulai upaya menjauh dari Uni Eropa, anti-Euroskeptik memandang Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai dua pilar yang menyatukan koalisi 28 negara.

    Sementara survei lain dari perusahaan Kantar, menemukan bahwa kepercayaan orang Jerman terhadap pemimpin mereka sendiri goyah. Orang Jerman lebih cenderung mengatakan bahwa mereka mempercayai Macron daripada Merkel.

    Merkel mengumumkan pada tahun 2018 bahwa ia tidak akan mengusahakan pemilihan kembali sebagai kanselir, sebagai karena meningkatnya tantangan domestik, seperti krisis pengungsi dan migran. Terlepas dari ini dan lainnya, lebih banyak masalah regional, penduduk Jerman mengidentifikasi Donald Trump sebagai rintangan terbesar bagi perdamaian dunia dalam jajak pendapat YouGov.

    Pusat Penelitian Pew menemukan pada 2018 bahwa sekitar dua pertiga orang Amerika menganggap hubungan baik dengan Jerman, sedangkan hanya 42 persen orang Jerman yang berpendapat demikian.

    Selain itu, Pew melaporkan bahwa sikap Jerman terhadap AS telah berubah sangat negatif di era Trump. Setelah pemilihan Donald Trump pada tahun 2016, pandangan Jerman terhadap AS dan kepercayaan terhadap presiden AS anjlok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.