Intelijen AS Sebut Iran Selundupkan Rudal Balistik ke Irak

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem rudal jarak jauh Bavar-373 buatan Iran saat dipamerkan pada Hari Industri Pertahanan Nasional di Teheran, Iran 22 Agustus 2019. Tasnim News Agency/Handout via REUTERS .

    Sistem rudal jarak jauh Bavar-373 buatan Iran saat dipamerkan pada Hari Industri Pertahanan Nasional di Teheran, Iran 22 Agustus 2019. Tasnim News Agency/Handout via REUTERS .

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan intelijen Amerika dan Pentagon beberapa pekan melacak pergerakan rudal balistik jarak pendek Iran ke Irak.

    Laporan ini muncul ketika Amerika Serikat telah membangun kembali kehadiran militernya di Timur Tengah untuk menangkal ancaman yang muncul terhadap kepentingan Amerika, termasuk serangan terhadap kapal tanker minyak dan fasilitas yang oleh pejabat intelijen ditudingkan kepada Iran, menurut laporan New York Times, 5 Desember 2019.

    Sejak Mei, pemerintahan Trump telah mengirim sekitar 14.000 pasukan tambahan ke wilayah itu, terutama untuk staf kapal Angkatan Laut dan sistem pertahanan rudal.

    Tetapi intelijen baru tentang penimbunan rudal Iran di Irak adalah tanda terbaru bahwa upaya pemerintahan Trump untuk menghalangi Teheran dengan meningkatkan kehadiran militer Amerika di Timur Tengah sebagian besar telah gagal.

    Rudal-rudal itu menjadi ancaman bagi sekutu dan mitra Amerika di Timur Tengah, termasuk Israel dan Arab Saudi, dan dapat membahayakan pasukan Amerika, kata para pejabat intelijen.

    Baik Iran dan Irak telah diguncang protes dalam beberapa pekan terakhir. Di Irak, beberapa orang memprotes pengaruh Iran.

    Para pejabat Iran tidak menjawab atas laporan ini.

    Teheran terlibat dalam perang bayangan, menyerang negara-negara di Timur Tengah tetapi menyamarkan asal-usul serangan itu untuk mengurangi kemungkinan memicu respons atau meningkatkan pertempuran, kata pejabat militer dan intelijen.

    Gudang senjata rudal di luar perbatasannya memberikan keuntungan bagi pemerintah Iran, militer dan paramiliter dalam setiap perselisihan dengan Amerika Serikat dan sekutu regionalnya. Jika Amerika Serikat atau Israel akan membom Iran, militernya dapat menggunakan rudal yang disembunyikan di Irak untuk menyerang balik Israel atau negara teluk. Keberadaan senjata-senjata itu juga bisa membantu mencegah serangan.

    Para pejabat intelijen tidak akan membahas rincian dari rudal balistik yang telah diselundupkan Iran ke Irak. Tetapi rudal balistik jarak pendek Iran tersebut memiliki jangkauan lebih dari 1.000 km, yang berarti jika dari pinggiran Baghdad dapat menyerang Yerusalem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?