Turki Mulai Pulangkan Milisi ISIS Asing ke Negara Asal

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berada dalam urutan ke-6 Daftar 500 Muslim Berpengaruh. Pusat Pembelajaran Strategis Kerajaan Islam di Amman, Yordania baru saja merilis buku publikasi tahunan The Muslim 500 yang berisi 500 muslim paling berpengaruh di dunia. REUTERS/Carlo Allegri

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berada dalam urutan ke-6 Daftar 500 Muslim Berpengaruh. Pusat Pembelajaran Strategis Kerajaan Islam di Amman, Yordania baru saja merilis buku publikasi tahunan The Muslim 500 yang berisi 500 muslim paling berpengaruh di dunia. REUTERS/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki mulai memulangkan milisi ISIS asing ke negara asal, termasuk seorang warga AS dan tujuh warga Jerman.

    Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu telah memperingatkan minggu lalu bahwa Ankara akan mulai mengirim kembali militan ISIS ke negara asal mereka pada Senin bahkan jika kewarganegaraan mereka telah dicabut.

    "Seorang milisi teroris asing Amerika yang prosesnya selesai telah dideportasi," kata juru bicara kementerian Ismail Catakli, seperti dikutip dari Reuters, 11 November 2019.

    "Rencana perjalanan untuk tujuh militan teroris asing asal Jerman di pusat deportasi telah selesai, mereka akan dideportasi pada 14 November," tambahnya.

    Broadcaster NTV mengutip Catakli yang mengatakan bahwa "tiga lagi militan ISIS di pusat deportasi akan dikirim kembali hari ini."

    Turki bermaksud untuk memulangkan sekitar 2.500 gerilyawan, yang sebagian besar akan dikirim ke negara-negara Uni Eropa, kata penyiar radio negara TRT Haber, seraya menambahkan saat ini ada 813 milisi di 12 pusat deportasi di Turki.

    Turki telah berulang kali meminta negara-negara Eropa, termasuk Prancis, untuk mengambil kembali warganya yang bertempur untuk ISIS.

    Orang Eropa terdiri dari seperlima dari sekitar 10.000 milisi ISIS yang ditawan di Suriah oleh milisi Kurdi. Denmark, Jerman, dan Inggris sejauh ini telah mencabut beberapa kewarganegaraan.

    Pekan lalu, Presiden Turki Tayyip Erdogan dikutip mengatakan bahwa ada 1.201 tahanan ISIS di penjara Turki, sementara Turki telah menangkap 287 gerilyawan di Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.