Turki Repatriasi Milisi ISIS ke Negara Asal Mulai Senin Ini

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kamp pengungsian al-Hol, yang ditempati puluhan ribu anggota keluarga milisi ISIS di Hasaka, Suriah, 1 April 2019. REUTERS/Ali Hashisho

    Suasana kamp pengungsian al-Hol, yang ditempati puluhan ribu anggota keluarga milisi ISIS di Hasaka, Suriah, 1 April 2019. REUTERS/Ali Hashisho

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki mulai Senin, 11 November 2019 melakukan repatriasi atau pemulangan milisi ISIS ke negara mereka masing-masing.

    "Kami akan merepatriasi orang-orang ini ke anda, dan kami akan mulainya Senin," kata Suleyman Soylu, Menteri Dalam Negeri Turki kepada Anadolu sebagaimana dilaporkan Reuters.

    Menurut Soylu, repatriasi juga dilakukan terhadap milisi ISIS yang telah mencopot kewarganegaraan.

    Turki telah lama mengkritik negara-negara Eropa sekutunya yang menolak membawa pulang milisi-milisi ISIS sesuai asal negaranya.

    Namun, mengutip Daily Mail, Turki tidak menjelaskan secara rinci cara milisi ISIS itu dipulangkan ke negara mereka masing-masing.

    Soylu awal pekan ini menjelaskan hampir 1.200 milisi ISIS asing dalam tahanan. Turki juga telah menangkap 287 milisi ISIS saat operasi militer digelar di wilayah utara Suriah.

    Lebih dari 10 ribu milisi ISIS saat ini berada dalam kamp-kamp tahanan di Suriah dan dua ribu di antaranya merupakan milisi asing. Prancis merupakan negara di Eropa yang terbanyak warganya menjadi milisi ISIS di Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.