Sekolah di Australia Minta Murid Sekolah Dasar Bawa Tablet

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini salah satu jenis tablet yang didesain untuk edukasi. ZDNET

    Ini salah satu jenis tablet yang didesain untuk edukasi. ZDNET

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah sekolah dasar di negara bagian New South Wales, Australia, meminta orang tua murid membelikan tablet iPad untuk kegiatan belajar putra dan putri mereka.

    Pihak sekolah mengatakan ini merupakan bagian dari program Bring Your Own Device.

    Namun, orang tua dari murid yang bersekolah di Rose Bay Public School mengatakan khawatir membelikan anaknya gawai dengan harga mahal sekitar 500 dolar Australia atau sekitar Rp5 juta.

    Orang tua murid juga mengeluhkan pihak sekolah tidak memberikan alternatif gawai yang lebih murah seperti iPad versi lebih lama atau gawai berbasis Android.

    “Saya tidak bisa bilang anak saya telah menghilangkan berapa banyak topi,” kata salah seorang tua murid seperti dilansir Sydney Morning Herald pada Jumat, 8 November 2019.

    Sebagian orang tua juga berkeberatan anaknya membawa tablet ke sekolah karena justru mengganggu konsentrasi belajar.

    Permintaan ini juga mendapat kritik dari lembaga pemantau sekolah karena permintaan sekolah umum itu dianggap membebani keuangan orang tua.

    Soal ini manajemen sekolah mengatakan telah menyediakan semua gawai yang dibutuhkan bagi siswa yang tidak mampu membeli gawai sendiri.

    “Tidak ada siswa yang akan kehilangan kesempatan belajar jika keluarganya tidak mampu membelikan iPad yang dibutuhkan,” kata juru bicara dari departemen pendidikan di NSW.

    Sekolah Rose Bay bakal mulai mewajibkan penggunaan tablet ini untuk siswa tahun keempat. Spesifikasinya adalah iPad generasi ke-7 dengan kapasitas penyimpanan 32 giga bita. Siswa boleh membawa iPad versi 6 jika telah memilikinya terlebih dulu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.