Pendemo Hong Kong Rusak 500 ATM di Seluruh Kota

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjuk rasa membakar ATM Bank of China di Tsuen Wan. [Edmond So/South China Morning Post]

    Para pengunjuk rasa membakar ATM Bank of China di Tsuen Wan. [Edmond So/South China Morning Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 500 ATM di seluruh Hong Kong tidak bisa dipakai selama akhir pekan karena dirusak oleh pendemo Hong Kong dan sengaja dimatikan untuk keamanan.

    Otoritas Moneter Hong Kong mengatakan sekitar 15 persen dari 3.300 ATM di seluruh Hong Kong rusak, mengutip laporan dari bank. Ini mendesak pelanggan untuk menggunakan 85 persen mesin yang masih beroperasi atau, atau menggunakan layanan perbankan online, menurut laporan South China Morning Post, 19 Oktober 2019.

    Otoritas Moneter Hong Kong juga meminta bank meningkatkan pengisian uang tunai untuk ATM selama akhir pekan. Sementara mesin yang terkena dampak tidak akan berfungsi untuk sementara karena perusakan fasilitas atau pertimbangan keamanan dan keselamatan.

    Pengawas perbankan tidak mengungkapkan ATM bank mana yang terpengaruh. Dalam sebulan terakhir ini, para pendemo Hong Kong telah menghancurkan atau membakar cabang-cabang atau ATM Bank of China dan China Construction Bank di Mongkok, Tsuen Wan dan Sha Tin.

    Demonstrasi dijadwalkan pada Sabtu malam di Central, dengan demonstrasi lebih besar di Tsim Sha Tsui pada hari berikutnya.

    Demonstrasi Hong Kong sudah memasuki bulan kelima, sementara protes semakin melibatkan kekerasan dan perusakan oleh para ekstremis di gedung-gedung pemerintah, stasiun MTR dan toko-toko, bank dan restoran dengan jaringan daratan.

    Selain itu, layanan transportasi Hong Kong juga berdampak karena operator kereta MTR Corporation mengatakan jam layanannya untuk kereta dan bus antar-jemput akan berakhir pukul 22.00 pada hari Sabtu, sejak pemerintah memberlakukan larangan penutup wajah yang biasa dipakai pendemo Hong Kong pada 5 Oktober kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.