Kisah 3 Warga Malaysia Buat Minyak Ganja untuk Medis

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ganja.  REUTERS/Blair Gable

    Ilustrasi ganja. REUTERS/Blair Gable

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Malaysia mengizinkan ganja di tanam di negara itu rupanya terinspirasi dari kisah sekelompok warga negara Malaysia yang tinggal di luar negeri sukses memproduksi minyak ganja untuk medis. Hal itu diungkap sendiri oleh Direktur Badan Nasional anti-Narkoba Malaysia, Zulkifli Abdullah.

    "Saya belum lama ini membaca kisah sukses sekelompok warga negara Malaysia di luar negeri yang memproduksi minyak ganja. Jadi, saya rasa kita sudah mensia-siakan kesempatan jika kita tidak melihat kelayakan untuk melakukan hal ini di Malaysia," kata Zulkifli.

    Di Malaysia sekarang bisa menanam ganja, namun harus dengan izin dari Kementerian Kesehatan. Sumber: thecoverage.my

    Dikutip dari thecoverage.my, Senin, 7 Oktober 2019, diceritakan tiga warga negara Malaysia yang tinggal di Inggris sukses memproduksi CBD atau Cannabidiol atau minyak yang terbuat dari ganja Sativa untuk tujuan medis. Pada Juni 2018, kesuksesan mereka berhasil menarik perhatian media lokal.

    Ketiga warga negara Malaysia itu adalah Abdul Halim Pauzi, Nurul Ain Sahbudin dan Mohd Roslan Abdullah. Mereka sudah tinggal di Inggris selama 15 tahun dan mendirikan CBD Oils Malaysia, yakni sebuah perusahaan yang memproduksi minyak ganja untuk tujuan medis.

    Ketiganya bisa mendapatkan sederet izin dari otoritas untuk memasarkan ganja yang diproduksi.

    Minyak ganja buatan CBD Oils Malaysia ini sekarang sudah dipasarkan di lebih dari 50 negara di Uni Eropa.

    Zulkifli mengatakan jika tanaman ganja sudah bisa dibuktikan secara medis bermanfaat, maka sangat relevan bagi pihak-pihak untuk meninjau lebih dalam pengembangan industri ini secara lokal sejauh sejalan dengan ketentuan perundang-undangan Malaysia.

    "Kita tentu tidak bisa menanam ganja di seluruh tempat karena zat yang terkandung adalah jenis narkoba. Untuk itulah kita perlu aturan. Fakta sejumlah negara sudah memulai industri penanaman ganja untuk tujuan medis. Mungkin suatu hari nanti Malaysia bisa mengekspor ganja yang sudah sesuai hukum," ujar Zulkifli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?