Presiden Trump Perintahkan Sanksi Ekonomi Lebih Berat untuk Iran

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui Twitter memerintahkan Kementerian Keuangan untuk secara substansi meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Iran yang membantah sebagai pelaku serangan ke dua fasilitas minyak milik Arab Saudi pada Sabtu pekan lalu.

    Trump kepada para wartawan kemarin, 18 September 2019 menjelaskan, dalam tempo 48 jam bentuk hukuman akan diumumkan.

    Trump yang berbicara di Los Angeles mengatakan pemikirannya mengenai Iran tidak berubah, namun dia menolak memberikan secara detil langkah berikutnya, seperti dilaporkan Reuters.

    Menurut Trump, opsi utama adalah perang melawan Iran, namun masih ada opsi lain sebelum sampai kepada perang.

    Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, serangan ke dua fasilitas minyak terbesar di dunia itu merupakan tindakan perang terhadap kerajaan Arab Saudi oleh Iran.

    "Saudi sebagai negara diserang. Itu terjadi di tanah mereka. Itu tindakan perang terhadap secara secara langsung," kata Pompeo dalam perjalananan ke Jeddah, seperti dikutip dari Al Arabiya, 18 September 2019.

    Iran berkukuh bahwa negaranya bukan pelaku serangan ke dua instalasi minyak Saudi Aramco pada Sabtu pekan lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.