Jamal Khashoggi Sempat Memohon Tidak Disumpal karena Asma

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, tewas di bunuh tim pembunuh dari Arab Saudi yang berjumlah 15 orang. Middel East Eye

    Kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, tewas di bunuh tim pembunuh dari Arab Saudi yang berjumlah 15 orang. Middel East Eye

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan tim PBB mengungkap kata-kata terakhir Jamal Khashoggi yang memohon pembunuh agar tidak menutup mulutnya karena dia menderita asma.

    Laporan ini adalah temuan PBB yang menyelidiki pembunuhan Jamal Khashoggi 2 Oktober 2018, di mana dia dimutilasi di Konsulat Saudi di Turki. Hingga kini jenazah Khashoggi belum ditemukan.

    Jamal Khashoggi, seorang eksil Saudi yang menjadi warga AS, telah mengunjungi konsulat untuk mendapatkan dokumen yang dia butuhkan untuk menikah. Dia terbunuh segera setelah memasuki gedung.

    Dikutip dari Sky News, 12 September 2019, rekaman audio yang dibuat sebelum dan selama pembunuhan diperoleh oleh otoritas intelijen Turki dan diterbitkan pada hari Senin oleh surat kabar Daily Sabah.

    "Jangan tutup mulut. Aku menderita asma, jangan lakukan itu. Kau akan mencekikku," mohon Khashoggi kepada regu pembunuh.

    Transkrip rekaman juga berisi percakapan mengerikan tentang bagaimana Khashoggi akan dibunuh dan tubuhnya digergaji.

    Beberapa menit sebelum Khashoggi tiba di konsulat, Dr Salah Muhammed Al-Tubaigy, kepala forensik di Departemen Keamanan Umum Saudi mengatakan, "Sebenarnya, saya selalu bekerja dengan mayat. Saya tahu cara memotong dengan sangat baik dan saya belum pernah melakukannya pada tubuh yang hangat, tetapi saya juga akan mengaturnya dengan mudah."

    "Saya biasanya memakai earphone dan mendengarkan musik ketika saya memotong mayat. Sembari saya meminum kopi dan merokok.

    "Setelah saya memotong-motongnya, kalian akan membungkus bagian-bagian itu ke dalam kantong plastik, memasukkannya ke dalam koper dan membawanya keluar."

    Wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi (lingkar merah), saat tiba di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018. Jurnalis pengkritik, Jamal Khashoggi, diduga tewas di dalam Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul Turki. Courtesy TRT World/Handout via Reuters

    Ketika Khashoggi tiba di konsulat, dia diundang dengan sopan ke sebuah kantor di lantai dua, tetapi dia menjadi curiga dan ditarik lengannya ketika dia berkata, "Biarkan saya pergi, apa yang sedang kau lakukan?"

    Ketika Khashoggi berada di ruangan itu bersama para pembunuhnya, Maher Mutreb, seorang perwira senior intelijen Saudi dan pengawal Putra Mahkota Mohammed bin Salman, mengatakan kepadanya bahwa dia harus kembali ke Riyadh.

    "Silakan duduk. Kami harus membawa Anda kembali (ke Riyadh). Ada perintah dari Interpol. Interpol meminta Anda dikembalikan. Kami di sini untuk membawa Anda," kata Mutreb.

    "Tidak ada tuntutan hukum terhadap saya. Tunangan saya menunggu di luar untuk saya," balas Khashoggi.

    Mutreb kemudian terdengar berkata, "Bantu kami, sehingga kami dapat membantu Anda. Karena pada akhirnya, kami akan membawa Anda ke Arab Saudi dan jika Anda tidak membantu kami, Anda tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya."

    "Ada handuk di sini. Apakah Anda mau membius saya?" tanya Khashoggi.

    "Kami akan membuat Anda tidur," balas Mutreb,

    Setelah Jamal Khashoggi diberi obat bius dan mati lemas, tubuhnya dimutilasi, proses yang berlangsung sekitar 30 menit, menurut transkrip rekaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.