Rusia Bakal Buat Rudal Baru

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk membahas insiden baru-baru ini dengan kapal selam laut dalam Rusia, yang terbakar di wilayah Laut Barents, di Moskow, Rusia 4 Juli 2019. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]

    Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk membahas insiden baru-baru ini dengan kapal selam laut dalam Rusia, yang terbakar di wilayah Laut Barents, di Moskow, Rusia 4 Juli 2019. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis, 5 September 2019, mengungkap akan memproduksi rudal yang dilarang pada era perang dingin. Rencana itu diungkap oleh Presiden Putin setelah pakta pengendalian senjata nuklir yang ditanda-tangani Amerika Serikat – Rusia diakhiri pada bulan lalu.

    Dikutip dari reuters.com, Putin dalam pernyataannya meyakinkan rudal-rudal yang hendak diproduksinya itu tidak akan dikerahkan, kecuali Amerika Serikat melakukannya lebih dulu. Rusia saat ini prihatin dengan ucapan Amerika Serikat yang berencana mengerahkan rudal-rudalnya ke Jepang dan Korea Selatan karena pengerahan rudal-rudal itu ke sana akan melewati teritorial Rusia.  

    Washington menarik diri dari pakta pengendalian senjata nuklir jarak jauh atau INF pada bulan lalu setelah menuding Rusia menciderai perjanjian itu. Tuduhan Amerika Serikat itu dibantah Moskow.

    Situs thesun.co.uk mewartakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggambarkan program pengerahan rudal oleh Rusia adalah ancaman langsung kepada sekutu-sekutu Amerika Serikat dan pasukan militernya di luar negeri. Keputusannya untuk menarik diri dari pakta pengendalian senjata nuklir dengan Rusia akan urung dilakukan kecuali Moskow menghancurkan senjata-senjatanya yang dilarang dalam pakta tersebut.

    “Sekutu-sekutu di NATO mendukung kami dan memahami ancaman yang dilancarkan oleh Rusia. Kami tidak bisa hanya menjadi negara di dunia yang terikat dengan pakta ini. Rusia menciderainya (pakta),” kata Presiden Trump.  

    Dengan keluarnya Amerika Serikat dari pakta tersebut, maka negara itu bisa mengerahkan rudal-rudal nuklir lintas benua terbaru, bahkan menempatkannya di depan pintu rumah Presiden Putin. Saat yang sama, Washington pun menyuarakan kekhawatiran kalau Cina sedang mengerahkan sejumlah besar rudal-rudalnya ke kawasan Asia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.