WNI Mendirikan Pusat Kesehatan Modern di Australia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo (kiri), menabuh gong sebagai tanda peresmian pusat kesehatan Infinity Health Medical Centre (IHMC) yang dibangun WNI di Australia, 1 September 2019.[KBRI Canberra]

    Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo (kiri), menabuh gong sebagai tanda peresmian pusat kesehatan Infinity Health Medical Centre (IHMC) yang dibangun WNI di Australia, 1 September 2019.[KBRI Canberra]

    TEMPO.CO, Jakarta - Diaspora WNI di Australia membuka pusat kesehatan dengan fasilitas modern di daerah populer Zetland, Sydney.

    Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo, menabuh gong delapan kali pada 1 September kemarin, untuk meresmikan Infinity Health Medical Centre (IHMC).

    Menurut Dubes Kristiarto, seperti yang disampaikan KBRI Canberra kepada Tempo pada 3 September, pendirian pusat kesehatan IHMC sebagai kontribusi nyata diaspora Indonesia di Australia untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di Australia, termasuk WNI.

    "Ini juga sebagai pencapaian positif yang sejalan dengan kepentingan politik luar negeri RI, antara lain untuk penguatan people-to-people interactions antara Indonesia dan Australia," ungkap Dubes Kristiarto dalam rilisnya. Acara peresmian ini juga dihadiri Konsul Jenderal RI di Sydney, Heru Subolo, dan pelaku bisnis serta diaspora Indonesia lain.

    Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo, menandatangani plakat peresmian pusat kesehatan Infinity Health Medical Centre (IHMC) yang dibangun WNI di Australia, 1 September 2019.[KBRI Canberra]

    WNI pemilik IHMC, Ivan Paulus, mengatakan dia juga mengundang praktisi dan tenaga profesional di bidang kesehatan dari Indonesia untuk bergabung. "IHMC adalah pusat kesehatan yang dibangun oleh orang Indonesia dan semoga dapat melayani seluruh masyarakat internasional dan Indonesia yang berada di Sydney dan sekitarnya," kata Ivan Paulus.

    Ivan menambahkan dirinya sudah 20 tahun menetap di Australia, namun dia masih berstatus WNI. "Indonesia selalu menjadi bagian dari diri saya," kata Ivan sambil tersenyum.

    Dubes Kristiarto berharap dengan adanya pusat kesehatan IHMC yang dibangun WNI dapat mendukung citra positif Indonesia di mata publik Australia sekaligus semakin mempererat hubungan Indonesia-Australia yang sudah terjalin dengan baik selama ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.