Militer Amerika Tes Rudal Jelajah 500 Kilometer, Kena Target

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal Patriot Amerika Serikat. Sumber: The National Interest

    Rudal Patriot Amerika Serikat. Sumber: The National Interest

    TEMPO.COWashington – Militer Amerika Serikat melakukan uji coba peluncuran rudal jelajah di pantai barat pada Ahad, 18 Agustus 2019.

    Uji coba ini tidak bisa dilakukan jika AS masih terkiat dengan perjanjian Intermediate Range Nuclear Forces atau INF, yang telah ditinggalkan, dengan Rusia.

    “Departemen Pertahanan melakukan uji coba penerbangan rudal jelajah berbasis darat konvensional di lepas pantai Barat AS. Kami sedang mengevaluasi hasil dari tes itu,” kata Letnan Kolonel Carla Gleason dari Pentagon seperti dilansir CNN pada Senin, 19 Agustus 2019.

    Letkol Gleason mengatakan uji coba rudal balistik itu dilakukan di Pulau San Nicolas, California. Pentagon mengatakan rudal jelajah itu keluar dari peluncur darat mobile dan mengenai target secara tepat pada jarak 500 kilometer.

    Pentagon mengatakan rudal jelajah itu memiliki desain untuk membawa bahan peledak konvensional dan bukannya nuklir.

    Data hasil uji coba ini akan dipelajari untuk pengembangan lanjutan rudal balistik jarak menengah di masa depan.

    Seperti dilansir Reuters sebelumnya, AS menarik diri dari perjanjian nuklir INF dengan Rusia pada awal Agustus 2019. Alasannya, AS menuding Rusia melanggar perjanjian itu dengan pengerahan rudal SSC-8.

    Ini sekaligus mengakhiri perjanjian yang mengontrol pengembangan rudal berbasis darat dengan jarak 500 – 5.500 kilometer. AS kemungkinan akan melanjutkan pengembangan rudal jelajah berbasis peluncur bergerak di masa depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.