Cina Tolak Kapal Perang Amerika Merapat ke Hong Kong

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • USS Green Bay.[public.navy.mil]

    USS Green Bay.[public.navy.mil]

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina menolak permintaan dua kapal perang AS untuk mengunjungi Hong Kong pada Selasa kemarin.

    USS Green Bay, kapal pendarat amfibi, akan singgah di Hong Kong pada Sabtu. Sementara kapal perang rudal jelajah USS Lake Erie rencananya akan merapat pada bulan depan, menurut Komandan Nate Christensen, juru bicara Armada Pasifik Amerika Serikat, dikutip dari South China Morning Post, 14 Agustus 2019.

    "Pemerintah Cina menolak permintaan untuk kunjungan pelabuhan ke Hong Kong oleh kedua kapal," kata Christensen.

    Tidak ada pengumuman terkait penolakan izin kapal. Namun penolakan bertepatan dengan demonstrasi di Hong Kong dan sikap Cina agar Barat tidak ikut campur urusan Hong Kong.

    Dua bulan protes di Hong Kong telah meningkat, dan demonstran memblokir dan melumpuhkan bandara selama dua hari pada Senin dan Selasa.

    Beijing menuduh protes anti-pemerintah didanai oleh Barat, tetapi tidak memberikan bukti.

    Pengunjuk rasa membangun blokade dari troli bagasi di sekitar pintu masuk ke area keamanan di bandara Hong Kong. [CNN / Joshua Berlinger]

    Awal bulan ini, Cina menuntut agar para diplomat AS yang bermarkas di Hong Kong berhenti mencampuri urusan Hong Kong, setelah laporan bahwa mereka bertemu dengan aktivis pro-demokrasi.

    Namun Presiden AS Donald Trump, menghadapi kritik di dalam negeri pada hari Selasa karena menghindari kata-kata keras atas tanggapan Beijing terhadap para pengunjuk rasa.

    Kapal perang AS terakhir kali mengunjungi Hong Kong pada April.

    September lalu Cina juga menolak kunjungan kapal perang AS USS Wasp ke Hong Kong di tengah ketegangan perang dagang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.