Penembakan di Texas Amerika Diusut sebagai Aksi Teroris Domestik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penembakan massal terjadi di kawasan parkir mobil di Walmart, El Paso, Texas. Korban tewas setidaknya 20 orang. Sumber: mirror.co.uk/ IVAN PIERRE AGUIRRE/EPA-EFE/REX

    Penembakan massal terjadi di kawasan parkir mobil di Walmart, El Paso, Texas. Korban tewas setidaknya 20 orang. Sumber: mirror.co.uk/ IVAN PIERRE AGUIRRE/EPA-EFE/REX

    TEMPO.COEl Paso – Otoritas Amerika Serikat menginvestigasi dugaan tindak terorisme domestik dalam kasus penembakan massal di toko Walmart di El Paso, Texas, Amerika Serikat.

    Gubernur Texas, Greg Abbott mengatakan aksi brutal yang menewaskan 20 orang warga itu diduga sebagai kejahatan kebencian. Polisi juga mengutip manifesto yang diduga dibuat pelaku sebagai bukti bahwa aksi pembantaian itu bermotif kebencian ras.

    “Biro Penyelidik Federal FBI menggaris-bawahi serangan itu sebagai ancaman yang terus berlanjut dari ekstrimis jahat dan pelaku kejahatan kebencian,” begitu dilansir Channel News Asia pada Senin, 5 Agustus 2019.

    Biro ini juga menyatakan tetap merasa khawatir bahwa ekstrimis berbasis di AS dapat terinspirasi oleh serangan-serangan mencolok sebelumnya sehingga ikut terlibat dalam tindakan kekerasan.

    “FBI meminta publik Amerika untuk melapor ke petugas keamanan setiap aktivitas mencurigakan yang terpantau dilakukan individu ataupun di online,” begitu pernyataan FBI.

    Jaksa penuntut dari negara bagian Texas mengatakan akan mengajukan hukuman mati kepada tersangka Patrick Crusius, 21 tahun.

    Jaksa AS untuk Texas, John Bash, mengatakan otorita federal AS memperlakukan kasus pembantaian di Texas ini sebagai bentuk terorisme domestik.

    “Dan kami akan melakukan apa yang perlu dilakukan terhadap para teroris di negara ini, yaitu melakukan upaya penegakan hukum yang cepat dan adil,” kata Bash dalam jumpa pers pada Ahad.

    Bash menilai serangan itu tampaknya,”Dirancang untuk mengintimidasi populasi sipil.”

    Serangan di Texas ini terjadi berdekatan dengan serangan penembakan masal di Dayton, Ohio, yang menewaskan sembilan orang. Serangan di Ohio ini melukai 27 orang sebelum polisi menembak mati pelaku.

    Serangan ini juga terjadi enam hari setelah aksi penembakan di festival makanan di California saat seorang remaja yang membawa senapa serbu menembaki pengunjung dan menewaskan tiga orang. Pelaku penembakan massal di Texas mengaku terinspirasi serangan anti-imigran di Christchurch, Selandia Baru, pada Maret 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.