Demi Keamanan, Tunisia Larang Penggunaan Cadar

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan wanita muslim yang tergabung dalam kelompok Kvinder i Dialog melakukan aksi protes penolakan peraturan larangan penggunaan cadar di Copenhagen, Denmark, Jumat, 10 Agustus 2018. RITZAU SCANPIX/Martin Sylvest via REUTERS

    Puluhan wanita muslim yang tergabung dalam kelompok Kvinder i Dialog melakukan aksi protes penolakan peraturan larangan penggunaan cadar di Copenhagen, Denmark, Jumat, 10 Agustus 2018. RITZAU SCANPIX/Martin Sylvest via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed menerbitkan larangan perempuan di negara itu memakai niqab atau cadar di tempat-tempat umum. Keputusan itu diambil menyusul pengetatan keamanan di penjuru Tunisia.

    "Perdana Menteri Chahed telah menandatangani dekrit yang melarang siapa pun menutup wajahnya saat mengakses kantor-kantor pemerintahan. Ini demi alasan keamanan," kata seorang sumber, Jumat, 5 Juli 2019.

    Dikutip dari aljazeera.com, Sabtu, 6 Juli 2019, keputusan larang memakai cadar dilakukan di tengah-tengah pengetatan keamanan Tunisia menyusul kejadian dua pengeboman bunuh diri di ibu kota Tunis pada 27 Juni 2019. Serangan bom bunuh diri itu menewaskan dua orang dan tujuh orang luka-luka.

    Baca juga:Ini 11 Negara yang Melarang Pemakaian Cadar dan Burqa

    Santriwati mengenakan cadar saat mengikuti pawai peringatan Hari Santri Nasional di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Jumat, 19 Oktober 2018. Hari Santri Nasional dirayakan pada 22 Oktober mendatang. ANTARA/Syifa Yulinnas

    Baca juga:Gaya Cadar yang Digunakan Tiara Dewi, Pink Berhiaskan Manik-manik

    Sejumlah saksi mata mengatakan satu pelaku bom bunuh diri itu memakai cadar. Namun Kementerian Dalam Negeri Tunisia menyangkal hal ini dengan mengatakan dalang pembom bunuh diri meledakkan diri sendiri untuk menghindari penangkapan.

    Serangan bom bunuh diri pada 27 Juni itu adalah yang ketiga kali dalam sepekan itu dan terjadi saat jumlah kunjungan wisatawan ke Tunisia mencapai puncaknya menyusul persiapan negara itu menggelar pemilu parlemen. Kelompok radikal ISIS mengklaim serangan tiga serangan teror yang terjadi dalam tempo seminggu.

    Sebelumnya pada 2011 perempuan Tunisia diizinkan lagi memakai niqab atau cadar setelah puluhan tahun dilarang di bawah pemerintahan mantan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali dan Habib Bourguiba yang menolak segala bentuk pakaian Islam. Pada Februari 2014, Kementerian Dalam Negeri Tunisia menginstruksikan kepolisian Tunisia agar mengawasi penggunaan cadar sebagai bagian dari upaya memberantas terorisme dan menghindari penyalah gunaan cadar.

    Beberapa negara di Eropa, Afrika dan Asia telah melarang penggunaan cadar atau burqa yang menutupi hampir seluruh wajah karena alasan keamanan. Tunisia sendiri sedang berjuang memerangi kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah pinggir negara itu dekat perbatasan Tunisia - Al-Jazair menyusul tergulingnya mantan Presiden Ben Ali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.