UNESCO Tetapkan Kota Kuno Babilonia Jadi Situs Warisan Dunia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota kuno Babilonia di Mesopotamia, Irak.

    Kota kuno Babilonia di Mesopotamia, Irak.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Warisan Dunia UNESCO akhirnya menyetujui kota metropolitan Babilonia atau Babel di kawasan Mesopotamia di Irak menjadi Situs Warisan Dunia.

    UNESCO memutuskan itu lewat pemungutan suara pada hari Jumat, 5 Juli 2019 setelah Irak melakukan lobi selama 3 dekade.

    Baca juga: ISIS Buldozer Kota Asiria Kuno

    Irak berupaya memasukkan kota yang disebut sebagai tempat lahirnya peradaban dalam Situs Warisan Dunia sejak tahun 1983. Kawasan Babilonia seluas 10 kilometer persegi itu, baru 18 persen yang digali.

    Letak kota Babilonia membelah Sungai Efrat sekitar 100 kilometer arah selatan Baghdad. Kota ini merupakan pusat kerajaan Babel kuno berusia lebih dari 4 ribu tahun.

    "Apa itu warisan dunia tanpa Babilonia? Bagaimana menjelaskan sejarah kemanusiaan tanpa bab paling awal dari bab tua, Babilonia?" kata perwakilan Irak di Komite Warisan Dunia UNESCO dalam rapat yang berlangsung di Baku, ibukota Azerbaijan.

    Setelah Komite memberikan putusan itu, Irak mengundang seluruh delegasi untuk mengunjungi Babilonia.

    Baca juga: Situs-situs Temuan Arkeolog Terkait Kenabian

    "Babilonia merupakan kota paling padat populasinya dalam sejarah kuno. Orang-orang Babilonia memiliki peradaban menulis, administrasi, hingga ilmu pengetahuan," kata Qahtan al-Abeed, ketua Departemen Antik Basra yang ikut memperjuangkan kawasan Babilonia menjadi Situs Warisan Dunia.

    Babilonia disebut kota bertembokkan kuil dan menara bata berlumpur. Di kota ini ada taman gantung yang terkenal di dunia dengan nama Menara Babel dan Gerbang Ishtar. Serpihan gerbang ini disimpan di beberapa museum di Eropa.

    Baca juga: Perbuatan ISIS Menguak Istana Kuno di Bawah Makam Nabi Yunus

    UNESCO mengatakan, situs Babilonia dalam kondisi sangat rentan sehingga perlu segera dilakukan konservasi untuk strukturnya dan beberapa di antaranya di ambang runtuh.

    Irak keberatan jika konservasi dilakukan dari luar. Negara ini mengajukan diri untuk mempekerjakan otoritas lokal guna membuat rancangan untuk konservasi.

    Kawasan Babilonia merupakan satu dari 7 ribu situs arkeologi di Irak yang beberapa di antaranya telah dihancurkan oleh kelompok bersenjata ISIS dengan menyelundupkan artefak yang dianggap memiliki nilai jual tinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.