Ibu dan Anak di India Digunduli dan Dipukuli Pelaku Perkosaan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat India berunjuk rasa atas peristiwa Ibu dan anak yang dipukuli, digunduli dan diarak oleh pelaku setelah melawan saat hendak diperkosa. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    Masyarakat India berunjuk rasa atas peristiwa Ibu dan anak yang dipukuli, digunduli dan diarak oleh pelaku setelah melawan saat hendak diperkosa. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepasang ibu dan anak dari India dipukul dan digunduli oleh sekelompok laki-laki setelah keduanya melawan dalam upaya pemerkosaan beramai-ramai (gang rape). Kejadian terbaru ini kembali menjadikan India dalam sorotan terkait ancaman bahaya yang dihadapi perempuan di negara itu.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Sabtu, 29 Juni 2019, kejadian ini terjadi pada Rabu tengah malam, 26 Juni 2019 di wilayah utara Bihar, India. Ketika itu, tujuh laki-laki yang salah seorang diantaranya adalah PNS, mendatangi rumah ibu dan anak perempuannya yang identitasnya dirahasiakan itu. Mereka menyeret keduanya dan bermaksud memperkosa anak perempuan tersebut yang berusia remaja.

    "Ketika ibu dan putrinya itu melawan, kawan laki-laki tersebut marah dan memanggil tukang cukur lokal yang kemudian mencukur rambut keduanya," kata Sanjay Kumar, Kepala Polisi Bihar, India.

    Baca juga:71 Persen Masyarakat India Dukung Modi

    Ibu dan anak dipukuli, digunduli dan diarak oleh pelaku setelah melawan saat hendak diperkosa. Sumber: ANI/rt.com

    Baca juga:Viral Pengeroyokan, India Marak Aksi Kekerasan atas Nama Agama

    Kumar menceritakan, setelah menggunduli ibu dan anak tersebut, kelompok laki-laki tersebut lalu memukuli keduanya dengan tongkat dan mengarak keduanya keliling desa sebelum akhirnya para tetangga terbangun dan memprotes perlakuan para pelaku.

    Polisi Bihar baru menahan dua orang terduga pelaku dan masih memburu lima orang terduga lainnya. Investigasi pun sudah dimulai.

    India dikenal memiliki catatan buruk untuk kekerasan seksual terhadap perempuan meskipun negara itu sudah mereformasi undang-undang perlindungan perempuan. Reformasi undang-undang itu dilakukan setelah pada Desember 2012 terjadi peristiwa perkosaan beramai-ramai terhadap seorang pelajar di Delhi di sebuah bus. Data pemerintah India memperlihatkan pada 2016, terjadi sekitar 40 ribu tindak perkosaan yang berarti ada 100 kasus perkosaan per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.