Bocah di Cina Makan 5 Kali Sehari Demi Selamatkan Ayahnya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat makan (pixabay.com)

    Ilustrasi alat makan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bocah 11 tahun dari Cina terpaksa makan lima kali sehari untuk menyelamatkan nyawa ayahnya dari leukemia.

    Ayah Lu Zikuan didiagnosa kanker darah tujuh tahun lalu dan membutuhkan transplantasi sumsum tulang belakang.

    Zikuan dari Xinxiang, adalah satu-satunya pendonor yang cocok dalam keluarganya, tetapi perlu menambah berat badan sebelum prosedur dapat dilanjutkan, menurut laporan Sky News, 13 Juni 2019.

    Baca juga: Anak Susah Makan Makanan Sehat, Lakukan 6 Tips Ini

    Dokter mengatakan dia harus memiliki berat setidaknya 45 kg sebelum dia bisa menjadi donor, dan berat ideal adalah 50 kg.

    Ketika keluarga diberitahu hal ini, berat badan Zikuan hanya 30 kg.

    Ayahnya, Lu Yanheng, sedang dirawat dengan obat-obatan sampai kesehatannya semakin memburuk Agustus lalu dan dia membutuhkan transfusi darah.

    Menurut dokter, satu-satunya pilihan jangka panjangnya adalah transplantasi sumsum tulang.

    Zikuan telah makan terutama daging berlemak dengan nasi, dan sekarang beratnya 43 kg.

    Ibunya bergantung pada potongan daging dari toko kelontong tempat dia bekerja.

    Baca juga: Gadis 4 Tahun Ini Hanya Mau Makan Yogurt 

    Ketika Zikuan mulai menambah berat badan, beberapa teman sekelasnya memanggilnya pangzi (gemuk), kata gurunya, Zhao Meng-meng.

    Tetapi teman-temannya berhenti mengolok-olok setelah tahu mengapa tubuhnya semakin gemuk.

    Zikuan mengatakan dia tidak marah disebut gemuk.

    "Selamatkan ayah dulu, turunkan berat badan nanti," katanya.

    Orang-orang di media sosial telah tersentuh oleh ceritanya, dan sekolah Zikuan juga menggalang dana untuk membantu keluarganya untuk perawatan leukemia ayahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?