MacKenzie Bezos Bakal Donasi Rp 250 Triliun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeff Bezos dan Mackenzie. REUTERS

    Jeff Bezos dan Mackenzie. REUTERS

    TEMPO.COSan Fransisco – Bekas istri pendiri Amazon Inc, Jeff Bezos yaitu MacKenzie Bezos, menyatakan akan mendonasikan setengah dari total kekayaan senilai US$36 miliar atau sekitar Rp519 triliun untuk kepentingan kemanusiaan.

    Baca juga: Konglomerat India Premji Donasi Rp 106 Triliun untuk Pendidikan

     

    Dia mengikuti langkah konglomerat Warren Buffett dan Bill serta Melinda Gates, yang terlibat dalam Giving Pledge.

    Dengan mengikuti Giving Pledge ini para konglomerat bisa menyumbangkan setidaknya setengah dari total kekayaannya untuk kegiatan kemanusiaan saat mereka hidup atau menyatakannya dalam surat wasiat.

    Baca juga: Konglomerat Michael Bloomberg Donasi Rp 26 Triliun untuk Kampus

     

    “MacKenzie merupakan satu dari 19 orang yang telah bergabung dengan Giving Pledge,” begitu dilansir Reuters pada Selasa, 28 Mei 2019.

    Melinda Gates (kiri) dan Bill Gates. REUTERS/Marcus Donner

    Kampanye donasi Giving Pledge ini diinisiasi oleh Buffett dan Gates pada 2010. Buffett merupakan pendiri perusahaan Hathaway Inc dan Gates pendiri Microsoft Corp.

    Baca juga: Vending Machine untuk Donasi, Bisa Menyumbang Kambing

    “Saya memiliki jumlah uang yang sangat banyak untuk bisa dibagikan,” kata MacKenzie pada pernyataan Sabtu kemarin. “Pendekatan saya tentang filantropi akan terus berkembang dan bermakna. Ini akan membutuhkan upaya dan waktu serta perhatian,” kata dia.

    Majalah Forbes menyebut MacKenzie sebagai perempuan terkaya ketiga di dunia. Dia mendapat 4 persen saham di Amazon atau senilai US$36 miliar saat memutuskan cerai dari suaminya pada 4 April 2019.

    Jeff Bezos mendukung pernyataan istrinya itu. “Mackenzie akan menjadi seorang filantropi yang hebat, penuh pemikiran dan efektif. Saya bangga,” kata Bezos.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.