Menteri Malaysia Tuding Importir Sampah Plastik Pengkhianat

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Teknologi Malaysia, Yeo Bee Yin, menginspeksi kontainer berisi sampah di Port Klang. Bernama

    Menteri Lingkungan Hidup dan Teknologi Malaysia, Yeo Bee Yin, menginspeksi kontainer berisi sampah di Port Klang. Bernama

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia bakal mengembalikan sekitar 3 ribu ton sampah ke negara asal.

    Baca: Duterte Ancam Perangi Kanada karena Kirim Sampah ke Filipina

     

    Menteri Lingkungan Hidup dan Teknologi Malaysia, Yeo Bee Yin, mengatakan orang dan perusahaan yang mengimpor sampah dari negara lain sebagai pengkhianat negara.

    Yeo mengatakan ada 60 kontainer sampah yang akan dikirim kembali ke negara asal. Negara asal ini seperti Bangladesh, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Kanada, Australia, dan Inggris.

    Baca juga: Duterte Perintahkan 66 Kontainer Sampah Dipulangkan ke Kanada

     

    “Kontainer berisi sampah ini dibawa masuk secara ilegal ke Malaysia dengan memalsukan informasi. Ini melanggar UU Lingkungan Hidup,” kata Yeo saat menginspeksi kontainer sampah ini di Port Klang seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa, 28 Mei 2019.

    Yeo melanjutkan,”Setiap kontainer sampah yang diimpor ke sini melibatkan pemain lokal. Jika tidak, mereka tidak bisa mengekspornya ke sini. Itu sebabnya saya menyebut mereka sebagai pengkhianat.”

    Baca juga: Duterte Berang Soal Sampah Asal Kanada, Tarik Dubes

     

    Saat ditanya siapa saja para pelaku lokal yang terlibat mengimpor sampah ini, Yeo mengaku tidak bisa menyebutkan namanya. Dia beralasan kasus ini masih dalam proses investigasi. Dia menegaskan para pelaku akan diproses secara hukum.

    Malaysia menjadi negara utama tujuan ekspor sampah plastik pada 2018. Ini terjadi setelah Cina melarang impor berbagai jenis sampah, yang mengakibatkan lalu lintas sekitar 7 juta ton sampah terganggu.

    Malaysia mengalami pertumbuhan pabrik pengolahan limbah, yang banyak diantaranya tidak memiliki izin. Masyarakat mengeluhkan masalah yang ditimbulkan oleh limbah ini.

    Kasus yang dialami Malaysia ini mirip dengan Filipina. Seperti dilansir Reuters, Presiden Rodrigo Duterte mengancam akan mengembalikan kontainer berisi sampah plastik dari Kanada sebanyak 69 unit. Dia mengatakan akan meninggalkan kontainer itu di wilayah perbatasan Kanada jika pemerintahan PM Justin Trudeau tidak mau menerimanya.

    Pemerintah Kanada beralasan ekspor sampah ke Filipina pada 2013 – 2014 merupakan transaksi komersil tanpa persetujuan pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.