Duterte Ancam Perangi Kanada karena Kirim Sampah ke Filipina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto 19 April 2018 ini, menunjukkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bercanda kepada fotografer ketika dia memegang senapan Galil buatan Israel yang dipamerkan oleh mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Jenderal Ronald

    Foto 19 April 2018 ini, menunjukkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bercanda kepada fotografer ketika dia memegang senapan Galil buatan Israel yang dipamerkan oleh mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Jenderal Ronald "Bato" Dela Rosa di upacara pergantian-komando di Kamp Crame di kota Quezon timur laut Manila. (AP Photo / Bullit Marquez, File)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam mendeklarasikan perang terhadap Kanada karena membuang sampah ilegal ke negaranya lima tahun lalu.

    "Saya ingin kapal disiapkan. Saya akan memberi peringatakan ke Kanada, mungkin minggu depan, bahwa mereka lebih baik membawa kembali sampah keluar dari sini atau saya sendiri yang akan mengapalkannya," kata Duterte, dikutip dari Russia Today, 24 April 2019.

    "Kita akan mendeklarasikan perang terhadap Kanada...kita akan melawan Kanada. Kita bisa menghancurkan mereka. Saya akan kembalikan sampah mereka, lihat saja nanti," kata Duterte yang menuduh Kanada memberlakukan negaranya seperti tempat sampah.

    Baca: Gempa Guncang Filipina, Presiden Duterte Jatuh Sakit

    Sebanyak 103 kontainer limbah rumah tangga, botol plastik, tas, dan popok dewasa bekas dikirim ke Filipina antara 2013 dan 2014 selama masa kepresidenan Benigno Aquino III, oleh perusahaan swasta Chronic Plastics asal Kanada yang dilaporkan salah menyebutnya limbah plastik. Setidaknya 26 kontainer sampah sudah dikubur di TPA Filipina sejak dikirim.

    "Saya akan memberi tahu Kanada bahwa sampah kalian sedang dalam perjalanan, siapkan resepsi mewah, makan saja jika kalian mau," lanjut Duterte.

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte (empat dari kiri) berjabat tangan dengan Laksamana Muda Rusia Eduard Mikhailov di atas kapal angkatan laut anti-kapal selam Rusia Laksamana Tributs di Manila pada 6 Januari 2017.[CNN]

    Filipina dilaporkan telah mengajukan beberapa kali protes diplomatik kepada Kanada sejak pengiriman dilakukan, tetapi tidak berhasil.

    Kanada menolak untuk mengambil sampah kembali, mengklaim kurangnya otoritas untuk memaksa perusahaan swasta yang bertanggung jawab untuk mengembalikan sampah.

    Baca: Rodrigo Duterte Mengaku Takut Karma dan Percaya Tuhan

    "Kami juga membahas masalah sampah yang telah lama menjadi gangguan dan saya berkomitmen pada Duterte karena saya senang berkomitmen untuk Anda semua sekarang karena Kanada sangat berupaya untuk mencari solusinya," ujar Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan selama kunjungannya ke Filipina pada 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.