Trump Ragukan Rencana Tambah Pasukan AS untuk Lawan Iran

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrick Shanahan dan Donald Trump mengadakan rapat kabinet di Gedung Putih di Washington, AS 9 Mei 2018. REUTERS / Jonathan Ernst

    Patrick Shanahan dan Donald Trump mengadakan rapat kabinet di Gedung Putih di Washington, AS 9 Mei 2018. REUTERS / Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump meragukan rencana Pentagon menambah pasukan AS di Timur Tengah untuk melawan Iran.

    Menurut Donald Trump, dia tidak pernah berpikir perlu untuk menambah pasukan di Timur Tengah.

    "Saya tidak berpikir kita akan membutuhkannya. Saya benar-benar tidak berpikir begitu," kata Trump, dikutip dari Reuters, 24 Mei 2019.

    Baca juga: Pentagon Diminta Tambah 5000 Tentara di Timur Tengah Hadapi Iran

    "Aku pasti akan mengirim pasukan jika kita membutuhkannya. Jika perlu, kita akan berada di sana dalam jumlah berapa pun yang kita butuhkan," tambahnya.

    Trump, yang telah berencana untuk mengurangi jumlah pasukan AS yang dikerahkan di seluruh dunia, berbicara sesaat sebelum ia akan di-briefing di Gedung Putih mengenai rencana pasukan tambahan oleh penjabat sementara Menteri Pertahanan Patrick Shanahan.

    Shanahan mengkonfirmasi laporan bahwa Pentagon mempertimbangkan untuk mengirim pasukan tambahan AS ke Timur Tengah, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perlindungan bagi pasukan Amerika di sana di tengah ketegangan dengan Iran.

    Baca juga: Presiden Hassan Rouhani: Iran Tak Akan Menyerah pada Tekanan AS

    "Apa yang kita fokuskan adalah: Apakah ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan perlindungan pasukan di Timur Tengah?" Kata Shanahan.

    "Ini mungkin melibatkan pengiriman pasukan tambahan," katanya.

    Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan berbicara kepada media di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 19 April 2019.[REUTERS / Joshua Roberts]

    Sebelumnya media melaporkan Pentagon ingin menambah sekitar 5.000 atau 10.000 pasukan AS di Timur Tengah.

    Namun Shanahan membantah laporan media tentang jumlah pasukan yang ditambahkan.

    "Bukan 10.000 dan bukan 5.000, angka laporan itu tidak akurat," kata Shanahan dikutip dari CNN, namun tidak mengatakan jumlah rincinya.

    Baca juga: Turki Bakal Berhenti Beli Minyak Iran, Kenapa?

    Menurut pejabat pertahanan senior AS, proposal pasukan tambahan diusulkan oleh Komando Pusat AS (US Central Command). Central Command mengawasi operasi militer di Timur Tengah.

    Sebelumnya pada hari Selasa, Shanahan mengatakan AS tidak ingin menambah tegang situasi dan tidak ingin mencari perang dengan Iran, setelah anggota parlemen AS mengecam langkah Gedung Putih mengirim kapal perang ke Timur Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.