Kapal Perang Amerika Serikat Berlayar ke Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang USS Preble (DDG 88) milik Amerika Serikat. Sumber: Reuters/trtworld.com

    Kapal perang USS Preble (DDG 88) milik Amerika Serikat. Sumber: Reuters/trtworld.com

    TEMPO.CO, JakartaAngkatan Bersenjata Amerika Serikat mengkonfirmasi salah satu kapal perangnya pada Minggu, 19 Mei 2019, telah berlayar ke dekat area pulau dan karang Scarborough di kawasan Laut Cina Selatan.    

    "Kapal USS Preble telah berlayar dalam jarak 12 mil laut dari Scarborough untuk menantang klaim maritim yang berlebihan dan mempertahankan akses jalur air sebagaimana diatur oleh hukum internasional," kata Clay Doss, Juru bicara Armada Ketujuh.

    Tindakan Amerika Serikat itu dikhawatirkan akan memperburuk hubungan Washington – Beijing mengingat saat ini keduanya sedang terlibat perang dagang. Kawasan Laut Cina Selatan sampai sekarang masih dipersengketakan oleh Cina, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam dan Taiwan. Beijing mengklaim sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan, namun klaim itu tak dibiarkan oleh negara lain yang bersengketa.

    Baca juga: Laksamana Amerika Ajak Patroli Laut Cina Selatan    

    Berlayarnya kapal USS Preble pada hari Minggu kemarin menjadi operasi militer Amerika yang kedua setelah operasi yang pertama pada bulan lalu. Doss mengatakan, pergerakan kapal itu di Laut Cina Selatan telah menarik banyak perhatian dari yang mereka duga.

    Militer Amerika Serikat sering melakukan operasi pelayaran di wilayah perairan di dunia, termasuk ke area yang diklaim oleh sekutu-sekutunya. Tindakan tersebut dilakukan terlepas dari pertimbangan politik.     

    Baca juga: Menlu Amerika Tuding Cina Blokir Akses Energi Laut Cina Selatan

    Amerika Serikat mempunyai pandangan bahwa tindakan Beijing di Laut Cina Selatan adalah upaya melawan negara itu dengan membatasi kebebasan bernavigasi di perairan strategis tempat Jepang, dan beberapa angkatan laut Asia Tenggara beroperasi. Cina dan Amerika Serikat masih memperdebatkan militer Cina yang membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan terumbu karang di Laut Cina Selatan. 

    Negara Komunis itu selalu berdalih pembangunan itu diperlukan sebagai pertahanan diri. Sedangkan Amerika Serikat merasa bertanggung jawab mengirimkan kapal dan pesawat militer ke dekat pulau-pulau yang diklaim Beijing di Laut Cina Selatan. Atas tindakan Washington itu, Angkatan Laut Cina mengatakan, kebebasan bernavigasi tidak boleh digunakan untuk melanggar hak-hak negara lain.

    REUTERS | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.