Laksamana Amerika Ajak Patroli Laut Cina Selatan

Reporter

Editor

Budi Riza

Dua kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS John C. Stennis (kiri) dan USS Ronald Reagan dari Armada 7 di perairan Filipina, 18 Juni 2016. Amerika Serikat menempatkan dua kapal induknya setelah suasana di Laut Cina Selatan memanas. Jake Greenberg/U.S. Navy via Getty Images

TEMPO.CO, Canberra - Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan militer Australia dan Indonesia bisa memiliki kehadiran yang lebih besar di wilayah sengketa Laut Cina Selatan.

Baca:

 

Ini bisa dilakukan dengan melakukan operasi navigasi kebebasan seperti yang dilakukan AL Amerika secara rutin di kawasan maritim ini.

Laksamana John Richardson, yang merupakan kepala operasi AL Amerika, mengatakan setiap negara di Asia Tenggara harus menentukan sendiri respon terhadap langkah Cina. Ini karena Cina melakukan militerisasi di Laut Cina Selatan.

Baca:

 

“Saya kira setiap negara harus menilai situasi dan memiliki pendekatan sendiri. Tapi pada titik tertentu setiap AL dimaksudkan untuk bergerak dan hadir serta menyediakan opsi untuk pemimpin nasional mereka,” kata dia kepada Sydney Morning Herald dan Age pada Kamis, 16 Mei 2019.

Richardson melanjutkan,”Soal bagaimana mereka melakukannya, itu menjadi urusan kedaulatan nasional masing-masing.”

Menurut dia, Australia dan Indonesia merupakan pendukung tata kelola maritim berdasarkan aturan internasional.

Baca:

 

“Dimana kita melihat kesempatan untuk bekerja sama, berlatih bersama, hadir bersama, itu merupakan hal-hal yang kita terus cari dengan AL dari kedua negara,” kata dia.

Pernyataan Laksamana Richardson ini muncul setelah dia menyelesaikan kunjungan ke Jepang, India dan Singapura.

Pada pekan lalu, seperti dilansir Reuters, dua kapal AL AS melakukan operasi navigasi kebebasan dalam jarak 12 mil dari beberapa pulau yang diklaim Cina di Laut Cina Selatan. Ini memicu kemarahan Beijing.

Menurut Richardson operasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan mendapat sorotan yang berlebihan.

Baca:

 

“Operasi itu mendapatkan perhatian di media dan juga terkadang dari Cina daripada yang selayaknya, sejujurnya,” kata Richardson seperti dilansir Reuters.

Sejumlah pejabat AS telah mengisyaratkan keinginan kepada Canberra agar melakukan operasi navigasi dalam jarak 12 mil dekat pulau yang diklaim Cina. Namun, pemerintahan koalisi di Canberra masih enggan melakukannya di Laut Cina Selatan.






Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

48 menit lalu

Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

Pengamat CSIS mengatakan, dengan tidak menyebutkan nama Rusia, pernyataan Indonesia ihwal aneksasi wilayah Ukraina dapat disalahartikan


Urutan Peringkat IQ Negara di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?

1 jam lalu

Urutan Peringkat IQ Negara di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?

World Population Review kembali merilis negara-negara dengan peringkat IQ tertinggi di dunia. Bagaimana dengan negara-negara di Asia Tenggara?


Jepang Jadi Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Bagaimana Indonesia?

3 jam lalu

Jepang Jadi Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Bagaimana Indonesia?

World Population Review tahun ini kembali melakukan pemeringkatan skor IQ ratusan negara di dunia. Bagaimana dengan Indonesia?


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 jam lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

10 jam lalu

Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

Uya Kuya memberikan jawaban menohok ketika disinggung soal naik pesawat kelas ekonomi setelah mengantar putrinya kuliah di Amerika.


Piala Dunia 2022: Profil Timnas Tunisia, Kuda Hitam di Grup D

1 hari lalu

Piala Dunia 2022: Profil Timnas Tunisia, Kuda Hitam di Grup D

Timnas Tunisia akan bersaing dengan Denmark, Prancis, dan Australia di Grup D Piala Dunia 2022.


Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Gas air mata adalah gas yang menyakitkan karena secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membuat kita bisa merasakan sakit.


Juara MotoGP Thailand, Miguel Oliveira Teringat Indonesia

1 hari lalu

Juara MotoGP Thailand, Miguel Oliveira Teringat Indonesia

Miguel Oliveira teringat seri Indonesia saat jalani balapan MotoGP Thailand pada Minggu, 2 Oktober 2022.


Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

1 hari lalu

Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

Banyak wanita dan anak-anak warga negara Australia di kamp pengungsi ISIS di Suriah.


Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

2 hari lalu

Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

Erick Thohir menemui mahasiswa Indonesia di London School of Economic. Dia menjadikan kesempatan itu untuk mengingatkan lagi potensi ekonomi Indonesia