Penumpang Unggah Pengalaman Ditolong Sopir Taksi Online

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grab Singapura. Sumber: asiaone.com

    Grab Singapura. Sumber: asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang sopir taksi online Grab mencuri perhatian publik Singapura atas kebaikan hati yang dilakukannya. Kisah ini terungkap saat pengguna Facebook dengan nama Mi Ke membagikan cerita pertemuannya dengan sopir GrabCar yang membantunya saat anaknya terluka. 

    Mi Ke menulis dia mendapat kabar dari sekolah kalau anaknya terluka di bagian kepala dan diminta agar menjemput putranya tersebut secepatnya. Saat itu, Mi Ke yang sedang bekerja bergegas meninggalkan kantor dan ingin lekas membawa putranya ke dokter. Dia lalu memesan taksi online dari kantor menuju sekolah anaknya di SD Anchor Green.    

    Baca: Kisah Sopir Bus Jujur, Temukan Uang Rp 400 Juta Lebih 

    Sepanjang perjalanan, Mi Ke mengobrol dengan sopir GrabCar yang diketahui bernama Ang Bock Seng. Kepada sopir taksi online itu, Mi Ke menceritakan sebagai ayah betapa dia sangat cemas dengan putranya yang terluka. 

    Setelah mendengar kegelisahan penumpangnya itu, Ang pun menawarkan untuk mengantar ayah dan anak itu langsung ke rumah sakit. Yang membuat terharu, rute perjalanan dari SD Anchor Green menuju rumah sakit itu, tak dikenakan tarif oleh Ang alias gratis. Dia pun menolak dibayar.

    Baca: Kebiasaan Daniel Mananta 'Bajak' Sopir Taksi Saat Travelling 

    Tersentuh dengan kebaikan sopir taksi online tersebut, Mi Ke pun memutuskan mengunggah pengalamannya ke Facebook agar banyak orang mengetahui kebaikan Ang. Kisah yang ditulis Mi Ke itu, hingga Senin sore, 13 Mei 2019 sudah dibagikan lebih dari seribu kali dan menuai banyak komentar. 

    Dalam unggahannya, Mi Ke mengucapkan terima kasih kepada Ang dan mendoakan kebaikan untuknya.

    Para pengguna Facebook memuji sopir taksi online tersebut atas perbuatan baiknya. Ada pula yang mengatakan, Mi Ke sebenarnya bisa menggunakan kolom pemberian tip dalam aplikasi Grab yang ditujukan untuk memberikan kompensasi kepada para sopir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.