Model Muda Iklankan Rokok Elektrik, Philip Morris Tunda Promosi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rokok elektronik Philip Morris

    Rokok elektronik Philip Morris "iQOS" [Philip Morris International]

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen rokok Philip Morris menangguhkan iklan promosi produk rokok elektrik setelah model instagram di bawah umur mengiklankan produk IQOS.

    Beberapa model instagram muda kedapatan mengiklankan rokok elektrik Philip Morris, salah salah satunya adalah perempuan berusia 21 tahun di Rusia.

    Hal ini bertentangan dengan peraturan perusahaan yang melarang model muda di bawah usia 25 tahun untuk mengiklankan produknya.

    Dalam laporan Reuters, 11 Mei 2019, pihak Philip Morris mengumumkan keputusan ini pada Jumat kemarin dan akan melakukan penyelidikan internal atas iklan.

    Baca: Teliti Bahaya Rokok Elektrik, Philip Morris Gugat Korea Selatan

    Penyelidikan termasuk iklan berbayar produk tembakau yang diunggah oleh influencer media sosial Alina Tapilina di Moskow , yang mendaftarkan usianya sebagai 21 di Instagram, bersama foto-foto dirinya sedang minum anggur, berenang dan berpose dengan pakaian mewah.

    "Kami telah mengambil keputusan untuk menangguhkan semua tindakan influencer digital terkait produk kami secara global," kata perusahaan. "Sementara influencer yang dimaksud adalah perokok dewasa usia hukum, dia berusia di bawah 25 dan panduan kami menyerukan influencer berusia 25+ tahun. Ini jelas merupakan pelanggaran terhadap pedoman itu."

    "Tidak ada hukum yang dilanggar," kata perusahaan. "Namun, kami menetapkan standar tinggi untuk diri kami sendiri dan fakta-fakta ini tidak memaafkan kegagalan kami untuk memenuhi standar tersebut dalam kasus ini."

    Ayame Tachibana, model Jepang berusia 27 tahun yang memasarkan alternatif rokok baru dari Philip Morris International, memamerkan kartu Hari Valentine untuk produk rokok elektrik tembakau iQOS di akun Instagram-nya 8 Februari 2019. [Ayame Tachibana / Media Sosial via REUTERS]

    Perusahaan menambahkan mereka kecewa menemukan pelanggaran dan berterima kasih atas laporan ini.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS bulan lalu memutuskan akan mengizinkan penjualan perangkat IQOS di Amerika Serikat setelah proses peninjauan dua tahun di mana Philip Morris berulang kali meyakinkan FDA akan memperingatkan kaum muda dari produk.

    Baca: Pria Texas Tewas Setelah Vape yang Dihisap Meledak

    FDA menolak berkomentar Jumat malam tentang keputusan Philip Morris untuk menunda kampanye pemasaran.

    Sementara sebagian besar influencer media sosial yang dipekerjakan oleh Philip Morris di luar negeri tidak mencantumkan usia mereka di Instagram. Menurut penelisikan Reuters tentang pemasaran media sosial perusahaan IQOS di Jepang, Italia, Swiss, Rusia dan Rumania menunjukkan bahwa model online muda Tapilina adalah tipikal model yang disebut Philip Morris sesuai dengan pemasaran produknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.