Fosil Jejak Burung Moa Ditemukan di Selandia Baru

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fosil jejak buruk Moa ditemuka di Selandia Baru pada Maret 2019. News

    Fosil jejak buruk Moa ditemuka di Selandia Baru pada Maret 2019. News

    TEMPO.COOntago -- Seorang pria asal Selandia Baru menemukan fosil jejak burung berumur jutaan tahun.

    Baca:

     

    Pria bernama Michael Johnston asal Ranfurly, Selandia Baru, menemukan jejak ini saat berenang bersama anjingnya di sebuah lubang di tepi sungai di Maniototo, Otago.

    “Itu adalah jejak burung moa, yang telah punah,” begitu dilansir News pada Jumat, 10 Mei 2019.

    Baca:

     

    Moa mirip seperti burung Kiwi, yang tidak bisa terbang. Profesor Ewan Fordyce dari University of Otago mengatakan temuan fosil jejak ini membuka jendela ke masa jutaan tahun atau zaman es.

    Baca:

     

    Jejak kaki ini ditemukan di tepi Sungi Kyeburn atau 15 kilometer dari Ranfurly. Temuan ini terjadi secara tidak sengaja.

    “Saya terkesima menemukan fosil jejak ini. Untungnya ada seseorang yang berenang dan menemukan jejak ini,” kata Dr Mike Dickison, seorang ahli burung Moa.

    Baca:

     

    Asisten kurator Kane Fleury dari Otago Museum untuk ilmu alam mengatakan jejak ini terungkap setelah terjadi banjir pada tahun lalu di Maniototo.

    Fleury bertindak cepat saat Johnston mengirim foto fosil jejak itu ke museum pada Maret 2019. Dia lalu mengecek lokasi fosil jejak itu bersama Johnston. Ada tujuh jejak ditemukan dengan ukuran 30 x 30 centimeter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.