Intelijen AS Klaim Iran Mau Serang Pasukan AS di Timur Tengah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal induk USS Abraham Lincoln di Samudra Atlantik selama latihan di bulan Januari 2019.[MICHAEL SINGLEY / US NAVY]

    Kapal induk USS Abraham Lincoln di Samudra Atlantik selama latihan di bulan Januari 2019.[MICHAEL SINGLEY / US NAVY]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pejabat AS mengatakan laporan intelijen yang "spesifik dan kredibel" menyebut pasukan Iran dan proksinya menargetkan pasukan AS di Suriah, Irak dan di laut, yang kemudian menjadi alasan Pentagon untuk mengerahkan armada kapal induknya ke Iran.

    Pentagon dan Komando Pusat meminta Gedung Putih untuk menggerakan militer sebagai pesan ke Teheran, menurut beberapa pejabat militer dan AS, menurut laporan CNN, 7 Mei 2019.

    Pengerahan kelompok tempur dari Laut Adriatik ke Selat Hormuz bertujuan khusus untuk menghalangi tindakan militer Iran, tambah seorang pejabat senior militer.

    Baca: Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah Hadapi Iran

    Selat Hormuz, jalur air selebar 33 kilometer yang memisahkan Iran dari negara-negara Teluk lainnya, adalah jalur untuk pengiriman sekitar 30 persen minyak mentah dunia, menjadikannya jalur strategis yang penting bagi ekonomi global.

    Sementara Iran telah membuat ancaman sebelumnya, para pejabat mengatakan ancaman ini membuat komandan militer yakin perlunya mobilisasi pasukan militer tambahan dan kemudian membuat pernyataan publik tentang mengirim pasukan pencegat ke wilayah tersebut.

    "Ada cukup informasi untuk menunjukkan ini harus ditanggapi dengan serius," kata salah seorang pejabat.

    Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mengatakan pada hari Minggu bahwa AS tidak ingin berperang dengan Iran, tetapi mengerahkan armada tempur kapal induk USS Abraham Lincoln serta satuan tugas pembom ke wilayah Komando Sentral AS di Timur Tengah, untuk mengirim pesan yang jelas kepada rezim Iran bahwa setiap serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat atau terhadap sekutu, akan ditanggapi dengan kekuatan.

    Baca: Ini 3 Cara Iran Bertahan dari Embargo Puluhan Tahun

    Satu sumber yang dekat dengan Bolton mengatakan langkah itu didasarkan pada intelijen tentang ancaman terhadap personel atau sekutu AS.

    Pejabat AS eselon satu yang memiliki pengetahuan langsung tentang situasi tersebut mengatakan bahwa ada ancaman terhadap pasukan maritim AS dan darat di Timur Tengah.

    Tiruan kapal induk Amerika Serikat berhasil diledakan rudal Iran, dalam latihan pasukan Penjaga Revolusi Iran di Selat Hormuz, Teluk Persia, 25 Februari 2015. AP/Tasnim News

    Kelompok armada tempur telah dioperasikan secara reguler untuk mendukung operasi keamanan maritim di perairan internasional di Laut Adriatik sebelum menerima perintah baru pada hari Minggu, kata dua pejabat AS.

    Saat ini armada tempur USS Abraham Lincoln berada di laut Mediterania timur. Setelah transit melalui Terusan Suez, dibutuhkan sekitar satu setengah hari untuk tiba di luar Selat Hormuz.

    Bolton mengatakan bahwa AS bertindak sebagai respon atas sejumlah indikasi dan peringatan dan eskalasi.

    Baca: Iran Balas Sebut Amerika sebagai Sponsor Terorisme

    Laporan intelijen ini diungkap selama akhir pekan, kata para pejabat AS, yang mengarah ke percakapan tingkat tinggi antara Gedung Putih, Pentagon dan Komando Sentral AS tentang langkah selanjutnya.

    Menteri Luar Negeri Michael Pompeo pada Ahad mengatakan, pengerahan itu adalah operasi antisipasi sementara.

    Mobilisasi kapal induk USS Abraham Lincoln adalah langkah terbaru pemerintahan Donald Trump untuk menekan Iran, dan terjadi setahun setelah Pompeo memberikan pidato di mana ia menguraikan 12 tindakan yang akan dilakukan AS terhadap Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.