Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah Hadapi Iran

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal induk USS Abraham Lincoln. [Stars and Stripes]

    Kapal induk USS Abraham Lincoln. [Stars and Stripes]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapal induk USS Abraham Lincoln bersama pesawat pengebom dikerahkan ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran yang sepertinya sudah mempersiapkan pasukan untuk kemungkinan menyerang pasukan AS di kawasan itu.

    Penasehat keamanan AS, John Bolton pada hari Minggu, 5 Mei 2019 mengatakan AS akan membalas segala serangan Iran secara bertubi-tubi.

    Baca: Minyak Iran Kena Sanksi, Arab Saudi - Rusia Genjot Produksi

    "AS mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln Carrier Strike Group dan pesawat pengebom ke kawasan U.S Central Command untuk mengirimkan pesan yang jelas dan tidak keliru mengenai rezim Iran yang menyerang kepentingan AS atau sekutu," kata Bolton.

    Meski kapal induk dan pesawat bom telak dikerahkan, namun menurut Bolton, AS tidak memperkirakan Iran akan melakukan serangan dalam waktu dekat ini.

    Baca: Amerika Beri Sanksi Ekonomi, Ini Siasat Iran

    "AS tidak ingin berperang dengan rezim Iran, namun kami bersiap secara penuh untuk membalas setiap serangan, apakah itu lewat proksi, Garda Revolusi Islam atau pasukan Iran yang biasa," kata Bolton seperti dikutip dari Reuters, 6 Mei 2019.

    Ketegangan baru kedua negara terjadi setelah Iran beberapa pekan lalu mengeluarkan peringatan untuk memblokade Selat Hormuz jika Iran dilarang menggunakan perairan strategis itu. Sekitar seperlima minyak yang dikonsumsi secara global melewat selat ini.

    Baca: Ada Sanksi lagi, Berikut 5 Konflik Amerika dan Iran

    Washington telah mengeluarkan pernyataan akan menghentikan pemberian keringanan bagi berbagai negara yang membeli minyak dari Iran. Ini sebagai upaya untuk mengurangi ekspor minyak Iran sampai menjadi nol. AS juga membuat langkah yang belum pernah terjadi dengan memasukkan nama pasukan elit Iran, Korp Garda Revolusi, dalam daftar organisasi teroris asing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.