Pesawat Aeroflot Rusia Kecelakaan, 41 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 13 orang dalam pesawat Aeroflot Rusia tewas saat pesawat itu jatuh. Sumber: bdnews24.com

    Sebanyak 13 orang dalam pesawat Aeroflot Rusia tewas saat pesawat itu jatuh. Sumber: bdnews24.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat asal Rusia, Aeroflot dengan nomor penerbanan board SU 1492 mengalami kecelakaan pada Minggu, 5 Mei 2019. Sebanyak 41 penumpang dalam pesawat itu, tewas.

    Dikutip dari reuters.com, Senin, 6 Mei 2019, Aeroflot SU 1492 langsung terbakar setelah melakukan pendaratan darurat di bandara Sheremetyevo ibu kota Moskow, Rusia. Rekaman sebuah televisi memperlihatkan burung besi dengan tipe Sukhoi Superjet 100 mendarat darurat dengan tidak mulus (terpental-pental) di bandara Sheremetyevo sebelum akhirnya bagian ekor pesawat tiba-tiba terbakar.

    Para penumpang pesawat Aeroflot SU 1492 buru-buru menyelamatkan diri lewat pintu darurat setelah pendaratan darurat yang tak mulus itu. Svetlana Petrenko, Juru bicara Komite Investigasi Rusia mengatakan hanya 37 dari total 78 orang dalam pesawat yang bisa menyelamatkan diri. Sisanya, sebanyak 41 orang harus kehilangan nyawa dalam musibah ini.

    Saat kecelakaan terjadi, pesawat Aeroflot SU 1492 membawa 73 penumpang dan 5 awak pesawat. Penerbangan ini bertujuan dari ibu kota Moskow ke Murmansk, sebuah kota di utara Rusia.

    Baca:Tiket Pesawat Mahal, Rini Soemarno: Itu Kebijakan Korporasi

    Sebanyak 13 orang dalam pesawat Aeroflot Rusia tewas saat pesawat itu jatuh. Sumber: Global News

    Baca: Pesan Tiket Pesawat di Traveloka, Semua Kebutuhan Terpuaskan

    Hingga Senin siang, 6 Mei 2019, belum ada pernyataan resmi terkait penyebab musibah ini. Komite Investigasi Rusia menyakinkan telah membuka sebuah penyelidikan dan telah mencari tahu apakah pilot telah melanggar aturan keselamatan penerbangan.

    Sejumlah penumpang pesawat Aeroflot SU 1492 menuding cuaca buruk dan petir menjadi penyebab kecelakaan.

    "Ketika kami sudah lepas landas, petir yang menyambar menghentikan pesawat sehingga pesawat putar balik dan pendaratannya tidak mulus, terpental-pental. Kami sangat ketakutan, kami hampir hilang kesadaran. Pesawat melompat seperti belalang di landasan dan tiba-tiba ada api," kata Pyotr Egorov, salah satu penumpang selamat.

    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev menyampaikan duka cita atas musibah ini. Keduanya memerintahkan agar dilakukan investigasi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.