Iran Diduga Eksekusi Mati 2 Remaja di Bawah 18 Tahun

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hukuman mati. iconfider.com

    Ilustrasi hukuman mati. iconfider.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran mengeksekusi mati dua remaja laki-laki usia di bawah 18 yang terkena dakwaan perkosaan. Lembaga Amnesti Internasional mengutuk eksekusi mati tersebut karena dinilai telah meremehkan hak-hak anak dan hukum internasional.

    Dikutip dari aljazeera.com, Selasa, 30 April 2019, dua remaja laki-laki yang dihukum mati adalah Mehdi Sohrabifar dan Amin Sedaghat yang merupakan saudara sepupu. Keduanya ditahan saat mereka berusia 15 tahun dan diduga telah menjalani sebuah peradilan yang tidak adil.

    Baca: Terpidana Mati Arab Saudi Dieksekusi Mati karena Pesan WhatsApp 

    Amnesti Internsional mengungkap Sohrabifar dan Sedaghat sudah dieksekusi mati pada Kamis, 25 April 2019 di wilayah selatan kota Shiraz. Di bagian tubuh mereka, terdapat luka bekas cambukan, yang memperlihatkan keduanya diduga dicambuk terlebih dahulu sebelum menjalani hukuman mati. 

    “Otoritas Iran sekali lagi telah memperlihatkan kalau mereka siap membunuh anak-anak dengan mengabaikan hukum internasional. Tampaknya keji sekali mereka menahan kedua remaja ini selama dua tahun, mencambuk di saat-saat terakhir hidup mereka dan mengesekusi mati,” kata Philip Luther, Direktur Amnesti Internasional untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

    Baca: Tak Jeri karena Hukuman Mati 

    Ilustrasi hukuman mati. abc.net.au, trbimg.com

    Sejak 2017, Sohrabifar dan Sedaghat ditahan di pusat penahanan remaja lalu dipindahkan ke penjara Adelabad di kota Shiraz sehari sebelum eksekusi mati dilakukan. Keluarga narapidana mati itu diizinkan untuk menjenguk pada Rabu, 24 April 2019, namun tak diberi tahu kalau Sohrabifar dan Sedaghat akan segera menjalani hukuman mati.

    Amnesti Internasional dalam laporannya menyebut Iran telah menjadi negara kedua yang paling sering melakukan eksekusi mati setelah Cina, dimana ribuan narapidana diduga menjalani hukuman mati per tahun.

    Iran juga diduga paling banyak mengeksekusi mati narapidana anak-anak. Data Amnesti Internasional memperlihatkan pada 1990 dan 2018, ada 97 tahanan yang dieksekusi mati, dimana dari jumlah tersebut sebagian adalah anak-anak.        


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.