Mahathir Minta Balap Formula One Digelar lagi di Malaysia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes Lewis Hamilton (tengah), pembalap Ferrari Kimi Raikkonen (kanan) dan pembalap Red Bull Max Verstappen setelah meraih posisi terdepan pada kualifikasi di sirkuit Sepang, Malaysia, 30 September 2017. AP

    Pembalap Mercedes Lewis Hamilton (tengah), pembalap Ferrari Kimi Raikkonen (kanan) dan pembalap Red Bull Max Verstappen setelah meraih posisi terdepan pada kualifikasi di sirkuit Sepang, Malaysia, 30 September 2017. AP

    TEMPO.COLondon – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan dia menginginkan kompetisi mobil Formula One untuk kembali digelar di negaranya.

    Baca:

     

    Namun, pemerintah Malaysia belum menjajaki langsung soal ini kepada pemilik kompetisi.

    “Saat ini, kami tidak tergesa-gesa menginginkan kompetisi ini kembali digelar,” kata Razlan Razali, chief executive officer dari sirkuit Sepang di Malaysia seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia pada Kamis, 25 April 2019.

    Ajang kompetisi Grand Prix F1 mengeluarkan sirkuit Sepang dari daftar perlombaan pada 2017. Saat itu, Razali mengatakan ajang itu tidak menguntungkan secara finansial. Dia juga mengatakan Malaysia tidak akan melanjutkan bahkan jika kompetisi mobil itu diberikan secara gratis.

    Baca:

     

    “Ya, PM telah membuat beberapa pernyataan soal ini. Dia berharap F1 kembali digelar di Malaysia. Tapi saya berada di sini tidak untuk menemui pejabat Liberty Media dan bertanya apakah bisa berbincang sejenak,” kata Razlan yang sedang berada di London. Liberty Media merupakan pemegang hak komersial untuk pelaksanaan F1.

    Sebelumnya, Mahathir mengatakan ingin menggelar kembali F1 di Malaysia. Pemimpin berusia 93 tahun ini beralasan, seperti dilansir media Star,”Minat publik kepada Grand Prix ini masih sangat besar. Kami ingin kompetisi ini bisa kembali digelar di sini karena telah menstimulasi banyak warga Malaysia terjun ke industri otomotif.”

    Baca:

     

    Soal ini, Razlan mengatakan dia telah bertemu Mahathir pada pekan lalu. Saat itu dia mengatakan sebaiknya kompetisi ini beristirahat selama lima tahun dulu. “Tidak mudah untuk menggelarnya tahun depan. Ini perlu pemikiran dan studi kelayakan,” kata Razlan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?