Jalan Paling Berliku di San Fransisco Akan Dikenakan Tarif

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tikungan curam di Jalan Lombard San Fransisco, AS[Sky News]

    Tikungan curam di Jalan Lombard San Fransisco, AS[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisatawan yang berkendara menyusuri jalan paling berliku dan terkenal di San Francisco akan diwajibkan membayar.

    Penduduk setempat telah lama mengeluh bahwa Lombard Street terasa lebih seperti taman hiburan yang penuh sesak daripada jalan raya lingkungan.

    Menurut Sky News, 18 April 2019, selama musim panas sekitar 6.000 orang setiap hari mengunjungi jalan sepanjang 182 meter.

    Baca: Di Jerman Ada Kota Tanpa Nama Jalan

    Sekarang pejabat kota telah mengumumkan undang-undang yang akan memberi San Francisco wewenang untuk membangun sistem tol dan reservasi untuk jalan, dalam upaya untuk mengurangi keramaian dan kemacetan lalu lintas.

    Biaya yang dikenakan mencapai US$ 10 atau Rp 140 ribu, akan digunakan untuk membantu mempertahankan sistem reservasi, membayar lebih banyak petugas pengendali lalu lintas, meningkatkan patroli polisi di daerah itu dan duta pariwisata.

    Warga membuat kebun di sisi Jalan Lombard pada 1950-an.[Sky News]

    Anggota Dewan Kota Phil Ting, yang menyusun rancangan undang-undang yang diusulkan, mengatakan, "Kita harus menerapkan sistem yang memungkinkan penduduk dan pengunjung untuk menikmati Jalan Berliku di Dunia.

    Kota ini membutuhkan persetujuan negara untuk meminta orang menggunakan jalan umum, tetapi terserah pejabat San Francisco untuk menentukan bagaimana dan apa yang harus ditagih dan bagaimana menggunakan dana tersebut.

    Sistem tol baru diperkirakan tidak akan diterapkan sebelum 2020.

    Baca: Pemerintah Malaysia Mau Ambil Alih dan Gratiskan Jalan Tol

    Tikungan curam jalan dibangun pada tahun 1922 dengan sudut 27 derajat , dianggap terlalu curam untuk mobil.

    Setelah Perang Dunia Kedua, taman-taman yang dipenuhi hydrangea dan mawar ditambahkan oleh penduduk setempat, menjadikannya salah satu tempat wisata populer kota.

    Greg Brundage, presiden Asosiasi Pemberdayaan Bukit Lombardia, yang telah tinggal di jalan berkelok San Fransisco selama 22 tahun, menyambut baik usulan korban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.