Ibu dan Anak di Inggris Kena Kanker Payudara di Waktu yang Sama

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak, kiri dan ibu, kanan, sama-sama terkena kanker payudara di waktu yang bersamaan pula. Sumber: TELL AND SELL STORIES/mirror.co.uk

    Anak, kiri dan ibu, kanan, sama-sama terkena kanker payudara di waktu yang bersamaan pula. Sumber: TELL AND SELL STORIES/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ibu dan anak asal Oxfordshire, Inggris, Beverley Griffiths, 49 tahun dan Mary Martin, 72 tahun, divonis dokter sama-sama mengidap kanker payudara. Yang mengejutkan, diagnosa itu disampaikan dalam selisih waktu empat pekan setelah Griffiths di vonis kanker payudara.

    Griffiths memeriksakan diri ke dokter setelah dia menyadari satu dari dua payudaranya lebih besar. Pada saat yang sama ibu Griffiths, Martin menemukan sebuah benjolan di payudaranya yang tak disampaikannya pada siapapun.

    Martin memutuskan mengunjungi dokter Griffiths dan suaminya hendak berulang tahun, dimana ulang tahun kedua pasangan itu jatuh dibulan yang sama. Saat Martin tahu dia menderita kanker payudara, dia pun menyimpannya sendiri karena tak mau merusak acara ulang tahun kedua orang yang dicintainya.

    "Pada akhirnya beberapa hari kemudian, saya mengatakan kepada suami Griffiths atas diagnosa dokter ini dan dia mendorong saya untuk bicara pada Griffiths karena dia juga telah memiliki simptom kanker payudara," kata Martin, seperti dikutip dari mirror.co.uk, Jumat, 29 Maret 2019.

    Baca: Memilih Olahraga yang Tepat untuk Penyintas Kanker

    Anak, kiri, dan ibu, kanan, sama-sama terkena kanker payudara disaat yang sama. Sumber: TELL AND SELL STORIES/mirror.co.uk

    Baca: Berjuang Lawan Kanker, Ria Irawan Kantongi Gelar Hypnotherapist

    Sama-sama didiagnosa terkena kanker payudara disaat bersamaan, Griffiths dan ibunya menjalani perawatan di rumah sakit yang sama dan duduk di ruang tunggu yang sama pula.

    "Saya sangat sedih mendengar ibu menderita sakit kanker payudara dan saya sulit mempercayai waktunya bisa bersamaan karena dalam lubuk hati saya, saya juga memiliki penyakit yang sama.

    Griffiths menceritakan sulit dipercaya saat berada di ruang tunggu yang sama bersama ibunya di ruang perawatan kanker. Dia terus menyemangati diri karena tidak ingin membuat ibunya resah. Griffiths pun mengatakan pengalaman menderita sakit kanker bersama-sama telah membuat hubungannya dengan ibunya semakin dekat dari sebelumnya.

    Uniknya, Martin dan Griffiths sama-sama tidak menceritakan perkembangan penyakit masing-masing karena saling menjaga perasaan. Griffiths mengatakan bersyukur karena ibunya berada di sampingnya membantunya melewati rangkaian pengobatan kanker ini.

    Kisah Griffiths dan ibunya terungkap ke publik ketika Griffiths berbicara di sejumlah forum online untuk menyemangati perempuan lain yang juga terkena penyakit kanker payudara. Kendati sedang sama-sama tak berdaya karena kanker, Griffiths dan ibunya kompak membantu penggalangan dana untuk membantu orang-orang yang terkena kanker payudara di pita merah jambu Perawatan Kanker Payudara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.