Digugat Keluarga, Izin Kerja Perawat Stephen Hawking Dicabut

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fisikawan Stephen Hawking saat pengumuman inisiatif Breakthrough Starshot dengan investor Yuri Milner di New York 12 April 2016. Hawking lahir di Oxford tahun 1942 dan merupakan anak sulung dari empat bersaudara. REUTERS/Lucas Jackson

    Fisikawan Stephen Hawking saat pengumuman inisiatif Breakthrough Starshot dengan investor Yuri Milner di New York 12 April 2016. Hawking lahir di Oxford tahun 1942 dan merupakan anak sulung dari empat bersaudara. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Inggris pada Selasa, 12 Maret 2019, melarang mantan perawat Stephen Hawking untuk melakukan praktik medis setelah menemukan dia telah gagal memberikan perawatan yang sepatutnya pada Hawking sebelum meninggal.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Rabu, 13 Maret 2019, mantan perawat Hawking itu bernama Patricia Dowdy, 61 tahun. Karirnya sebagai perawat dihentikan oleh Dewan Perawat dan Kebidanan Inggris.

    Dowdy saat ini menghadapi beragam tuntutan diantaranya penyalahgunaan, ketidak jujuran, tidak memberikan perawatan yang sepantasnya, gagal bekerja sama dengan otoritas berwenang Inggris dan tidak memiliki kualifikasi yang benar.

    Dowdy bekerja untuk Hawking pada 1999 dan 2004. Pada Juli 2013, dia bekerja lagi untuk ilmuwan itu sampai dibekukan sementara izin bekerjanya sebagai perawat pada Maret 2016.

    Baca: Kisah Stephen Hawking Melayang di Udara

    "Dewan Perawat dan Kebidanan Inggris menemukan Ms. Dowdy gagal memberikan standar yang baik, perawatan profesional yang kami harapkan dan sepatutnya diterima Profesor Hawking. Sebagai dampak dari perbuatannya, Dowdy tidak bisa lagi berpraktik sebagai seorang perawat," kata Matthew McClelland, perwakilan Dewan Perawat dan Kebidanan Inggris.

    Hawking adalah ilmuwan ahli fisika yang terkenal dengan teori kosmologi. Dia secara jelas menulis dalam bukunya berjudul 'A Brief History of Time' tentang misteri ruang angkasa, waktu dan lubang hitam. Buku itu menjadi best-seller diberbagai belahan dunia.

    Baca: Stephen Hawking dan 5 Ramalannya yang Sempat Bikin Heboh

    Kendati mengalami amyotrophic lateral sclerosis atau ALS, Hawking membuat para dokter tertegun karena dia bisa hidup secara normal dengan penyakit mematikan lebih dari 50 tahun. Sejumlah serangan pneumonia pada 1985 telah membuatnya harus bernafas lewat sebuah selang sehingga dia harus berkomunikasi melalui sebuah alat. Hawking meninggal pada 2018 lalu pada usia 76 tahun.

    Dowdy diperkarakan setelah keluarga Hawking memasukkan sebuah komplain yang mengarah pada investigasi. Persidangan terhadap Dowdy yang dimulai pada Februari 2019 lalu bersifat tertutup. Ketua Dewan Perawat dan Kebidanan Inggris, Andrea Sutcliffe, mengatakan persidangan tertutup untuk menjaga informasi tetap rahasia.

    "Tidak ada perlunya publik mengetahui secara detail kesehatan atau perawatan seorang individu. Keluarga Hawking lega bisa keluar dari penderitaan traumatik ini dan atas putusan yang keluar sehingga orang lain tak perlu melalui apa yang telah mereka lewati dari individu ini (Dowdy)," ujar Sutcliffe.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.