Trump: Korea Utara Bakal Punya Masa Depan Ekonomi Jika ...

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kepolisian berjaga di dekat warga yang mengibarkan bendera Korea Utara dan Amerika Serikat saat melihat iring-iringan Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, 26 Februari 2019. Pejabat Vietnam mengatakan bahwa 3.000 jurnalis dari 40 negara bakal meliput KTT kedua antara Trump dan Kim Jong Un. REUTERS/Jorge Silva

    Seorang petugas kepolisian berjaga di dekat warga yang mengibarkan bendera Korea Utara dan Amerika Serikat saat melihat iring-iringan Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, 26 Februari 2019. Pejabat Vietnam mengatakan bahwa 3.000 jurnalis dari 40 negara bakal meliput KTT kedua antara Trump dan Kim Jong Un. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Korea Utara tak punya masa depan ekonomi jika masih mempertahankan senjata nuklirnya. Pernyataan itu meluncur saat Pentagon mengkonfirmasi Amerika Serikat dan Korea Selatan menyetujui penghentian latihan militer gabungan musim semi.

    "Korea Utara memiliki sebuah masa depan ekonomi luar biasa dan brilian jika mereka mau membuat kesepakatan, tetapi mereka tidak akan punya masa depan ekonomi jika mereka masih memiliki senjata nuklir. Saat ini hubungan kami dengan Korea Utara semakin menguat," kata Presiden Trump, seperti dikutip dari reuters.com, Minggu, 3 Maret 2019.

    Baca: Ketika Donald Trump dan Kim Jong Un Batal Makan Siang di Vietnam

    Terkait langkah memperbaiki hubungan dengan Korea Utara, Kepala sementara Pentagon, Patrick Shanahan, mengatakan pada Sabtu, 2 Maret 2019, pihaknya dan Korea Utara sudah sepakat untuk mengevaluasi program-program latihan militer bersama yang dilakukan kedua negara.

    "Keputusan untuk menyesuaikan jadwal latihan militer bersama ini, jelas merefleksikan keinginan yang kuat dari Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk meredakan ketegangan dan mendukung upaya diplomatik untuk mencapai denuklirisasi akhir di Semenanjung Korea lewat perilaku yang sepenuhnya terverifikasi," tulis Pentagon.

    Baca: Korea Utara Kembali Uji Coba Senjata Baru

    Sebelumnya Angkatan Bersenjata Korea Selatan telah menerbitkan pernyataan serupa yang mengkonfirmasikan rencana mengakhiri latihan militer gabungan musim semi ini. Lee Do-hoon, Utusan khusus Korea Selatan untuk perdamaian Semenanjung Korea dan urusan keamanan, akan bertolak ke Amerika Serikat pekan depan untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut.

    Dalam keterangannya Pentagon mengatakan pihaknya dan Korea Selatan sudah setuju untuk membuat rancangan baru latihan Komando Pos dan merevisi program-program latihan. Latihan militer gabungan pada musim semi yang dikenal dengan sebutan Foal Eagle dan Key Resolve, akan dikurangi.

    Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Park Han-Ki dan Komandan pasukan gabungan Amerika Serikat - Korea Selatan Robert B. Abrams dalam pernyataan bersama pada Minggu, 3 Maret 2019 mengatakan latihan militer gabungan Dong Maeng yang telah dimodifikasi akan dilakukan pada 4 Maret sampai 12 Maret 2019. Keduanya setuju militer profesional perlu melakukan latihan dan menjaga standar kesiapsiagaan. Latihan ini juga penting untung menjaga serta memperkuat hubungan kedua negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.