Saudi Cabut Kewarganegaraan Hamza bin Laden, Disembunyikan Iran?

Hamza bin Laden, putra Osama bin Laden, menikah dengan putri pemimpin kelompok al-Qaeda. Hamza baru berusia 17 tahun saat menikah. Alarabiya.net

TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi mencabut kewarganegaraan Hamza bin Laden, putra mantan pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden. Menurut laporan Arab News, Jumat, 1 Maret 2019, Arab Saudi mencabut kewarganegaraan Hamza pada 22 Februari 2019.

Baca: Buru Hamza bin Laden, AS Hadiahkan Rp 14,1 M Bagi Pemberi Info

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan pencabutan kewarganegaraan Hamzan dilakukan via dekrit kerajaan pada November 2018. Namun tidak dijelaskan alasan mengumumkannya kepada publik pada hari Jumat, 1 Maret 2019, seperti dikutip dari Daily Mail.

Sementara, pemerintah AS baru saja menawarkan hadiah US$ 1 juta atau setara dengan Rp 14,1 miliar bagi siapa saja yang memberikan informasi tentang keberadaan Hamza bin Laden.

Baca: Putra Osama bin Laden Desak Rakyat Saudi Lawan Pemerintah  

Sejumlah pengamat mengatakan, ulama di Teheran memberi status tahanan rumah kepada Hamza bin Laden sebagai cara untuk menekan musuh Iran, Arab Saudi dan al-Qaeda, organisasi milisi Sunni yang menyerang Iran.

Sosok Hamza bin Laden pertama kali diperkenalkan oleh pemimpin al-Qaeda yang baru setelah kematian Osama bin Laden, Ayman Al Zawahiri melalui pesan audio tahun 2015. Dia kemudian menyerukan aksi terorisme di ibukota -ibukota negara Barat dan mengancam untuk membalas kematian ayahnya.






Kedubes Iran Pastikan Kematian Mahsa Amini akan Diusut Tuntas

9 jam lalu

Kedubes Iran Pastikan Kematian Mahsa Amini akan Diusut Tuntas

Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan peristiwa meninggalnya Mahsa Amini merupakan hal yang membuat pemerintah dan masyarakat negaranya bersedih.


Arab Saudi Investasi Rp576 T untuk Menjadi Pusat Game Global

11 jam lalu

Arab Saudi Investasi Rp576 T untuk Menjadi Pusat Game Global

Savvy Games Group milik Kerajaan Arab Saudi akan menginvestasikan Rp576 triliun sebagai untuk menjadikan kerajaan itu pusat game global.


Jual Kewarganegaraan Rp14,9 M, Malta Digugat Uni Eropa

14 jam lalu

Jual Kewarganegaraan Rp14,9 M, Malta Digugat Uni Eropa

Dengan memiliki paspor Malta, memungkinkan mereka untuk tinggal dan bekerja di negara Uni Eropa mana pun


Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

19 jam lalu

Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

Demo Iran terkait kematian Mahsa Amini terus terjadi di sejumlah kota besar. Iran menuduh Barat mendalangi unjuk rasa.


Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

1 hari lalu

Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

Tim sepak bola Iran menolak melepas jaket hitam saat mendengarkan lagu kebangsaan dalam pertandingan pra-Piala Dunia sebagai dukungan bagi Mahsa Amini


Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

1 hari lalu

Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

Raisi mengatakan, kematian Mahsa Amini meninggalkan kesedihan bagi Iran, namun kekacauan akibat protes yang dipicu olehnya tidak dapat diterima.


Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

1 hari lalu

Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

Iran menangkap putri eks Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam demo untuk menduku Mahsa Amini.


Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

2 hari lalu

Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

Protes atas kematian wanita muda Iran, Mahsa Amini, masih berkecamuk. Korban tewas dan luka terus berjatuhan


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

3 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.


76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

3 hari lalu

76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

Pejabat Iran, mengatakan bahwa jumlah demonstran yang memprotes kematian Mahsa Amini di atas 1.200 orang