Menhan Klaim Senjata Mutakhir Rusia Ratusan Kali Lebih Murah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin (tengah), Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri), dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia dan Deputi Pertama Menteri Pertahanan Valery Gerasimov menyaksikan latihan militer di tempat pelatihan

    Presiden Rusia, Vladimir Putin (tengah), Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri), dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia dan Deputi Pertama Menteri Pertahanan Valery Gerasimov menyaksikan latihan militer di tempat pelatihan "Telemba", sekitar 80 kilometer utara kota Chita selama latihan militer Vostok 2018 di Siberia Timur, Rusia, Kamis, 13 September 2018. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengklaim senjata terbaru Rusia ratusan kali lebih murah dibandingkan satu senjata musuh yang akan digunakan untuk menyerang Rusia.

    "Panglima tertinggi mengatakan dalam pidatonya kepada Majelis Federal bahwa semua senjata canggih yang dia bicarakan setahun lalu telah dibuat dan beberapa di antaranya bahkan telah dioperasikan," kata Shoigu, dikutip dari TASS, 21 Februari 2019. Shoigu menambahkan bahwa Rusia senjata baru Rusia meningkatkan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Baca: Vladimir Putin Siap Arahkan Rudal Nuklir Rusia ke Amerika Serikat

    "Rekan-rekan asing kami menyadari bahwa senjata kami ratusan kali lebih murah daripada sistem yang digunakan untuk melawan kami. Dan itu tidak berlaku hanya untuk sistem pertahanan rudal AS," katanya.

    Menteri Pertahanan Rusia menekankan bahwa ada kegiatan yang pertama dan terutama ditujukan untuk menjamin keamanan militer Rusia tanpa meningkatkan biaya dan bergabung dengan perlombaan senjata.

    Vladimir Putin melihat uji coba rudal hipersonik Avangard dari Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow.[Sky News]

    Perlombaan senjata dua negara superpower kembali terjadi setelah AS dan Rusia keluar dari perjanjian INF. Perjanjian yang dibuat selama Perang Dingin membatasi jarak rudal untuk menghindari bencana perang nuklir antara Uni Soviet dan AS.

    Dalam pidatonya di hadapan Majelis Federal Rusia, Vladimir Putin juga memperingatkan ancaman AS yang semakin menyebar rudal di Eropa. Putin menegaskan Rusia akan mengarahkan sistem rudal nuklirnya lebih dekat dengan wilayah AS sebagai tanggapan.

    Dikutip dari Reuters, Putin mengatakan tidak mencari konfrontasi dan tidak akan mengambil langkah ceroboh. Namun ia memperingatkan rudal Rusia akan secepat mungkin menghantam AS jika mengambil langkah berisiko.

    Baca: Putin: Rudal AS di Eropa Bisa Hantam Rusia dalam Waktu 12 Menit

    Namun Putin tidak mengkonfirmasi secara teknis, bagaimana Rusia akan mengerahkan rudal dengan waktu serangan yang lebih singkat.
    Opsi yang mungkin termasuk menempatkan mereka di tanah sekutu dekat wilayah AS, menyebarkan rudal lebih cepat di kapal selam, atau menggunakan salah satu senjata hipersonik yang menurut Moskow sedang dikembangkan.

    Dalam pidatonya pada hari Rabu, Putin mengatakan bahwa kapal selam yang mampu membawa drone bawah laut terbaru dengan kemampuan serangan nuklir, yang disebut Poseidon, akan diluncurkan pada musim semi ini, dan juga berbicara tentang keberhasilan pengembangan senjata hipersonik baru Rusia bernama Tsirkon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.