Pemerintah Cina Jalin Komunikasi dengan Oposisi Venezuela?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada 7 Januari 2015, Presiden Xi Jinping bertemu dengan Presiden Nicols Maduro dari Venezuela di Aula Besar Rakyat, Beijing, Cina.[Kementerian Luar Negeri Cina / www.fmprc.gov.cn)

    Pada 7 Januari 2015, Presiden Xi Jinping bertemu dengan Presiden Nicols Maduro dari Venezuela di Aula Besar Rakyat, Beijing, Cina.[Kementerian Luar Negeri Cina / www.fmprc.gov.cn)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina menampik pemberitaan media Barat yang menyatakan sejumlah diplomat dari Beijing berbicara dengan tokoh oposisi Venezuela untuk melindungi investasi negara itu di negara sosialis di Amerika Latin ini.

    Baca:

     

    Diplomat Cina, yang merasa khawatir dengan proyek minyak di Venezuela dan kelanjutan dari utang US%20 miliar atau sekitar Rp280 triliun, mengadakan pembicaraan dengan perwakilan tokoh oposisi Juan Guaido, yang didukung Amerika Serikat dan menantang Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

    “Faktanya, laporan itu palsu. Itu berita bohong,” kata Hua Chunying, juru bicara kementerian Luar Negeri Cina, kepada media pada Rabu, 13 Februari 2019 waktu setempat, seperti dilansir South China Morning Post atau SCMP.

    Baca:

     

    Hua mengulangi pernyataan pemerintah Cina sebelumnya bahwa urusan domestik Venezuela harus diselesaikan lewat dialog diantara pihak-pihak berkepentingan.

    Media Caixin Global, dengan mengutip dari Wall Street Journal, melansir Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Sanksi AS membuat rezim Presiden Maduro kehilangan sumber pendapatan minyak.

    Nicolas Maduro (kiri), Donald Trump (tengah), Juan Guaido (kanan)

    Produksi minyak Venezuela juga turun sejak Maduro berkuasa pada 2013. Ini membuat pertumbuhan ekonomi negara sosialis ini menyusut dan terperangkap dalam krisis berkepanjangan.

    Baca:

     

    Pembicaraan antara diplomat Cina dan perwakilan dari Guaido menunjukkan adanya kekhawatiran rezim Maduro tidak akan bertahan lama. Kedua pihak membicarakan kemungkinan adanya masa tenggang (grace period) pembayaran cicilan utang ke Cina jika terjadi pemerintahan transisi.

    Baca:

     

    Cina akan diuntungkan jika Guaido naik berkuasa menggantikan Maduro sehingga bisa mendapatkan minyak murah. Venezuela juga bakal memerlukan pembangunan infrastruktur besar-besaran, yang bisa disuplai oleh perusahaan konstruksi dari Cina. Pada 1 Februari 2019, juru bicara kemenlu Cina, Geng Shuang, mengatakan dalam jumpa pers bahwa pemerintah menjalin komunikasi erat dengan semua pihak di Venezuela.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.