Tentara Bayaran Rusia Lindungi Maduro dari Oposisi Venezuela

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok tentara bayaran yang menjalankan misi rahasia Rusia untuk menjaga keselamatan presiden Nicolas Maduro, telah tiba di Venezuela. Mereka akan melindungi Maduro dari upaya penggulingan dan penangkapan dari kelompok oposisi yang didukung Amerika Serikat dan Eropa.

    Menurut sejumlah sumber Reuters, tentara bayaran itu tidak langsung terbang dari Rusia, melainkan melalui negara ketiga yang merupakan sekutu Maduro.

    Baca: Krisis Venezuela, Dunia Terbelah antara Dukung Maduro dan Guaido

    Tentara bayaran yang berjumlah puluhan bahkan ada yang menyebut 400 orang tiba di Venezuela beberapa hari sebelum unjuk rasa di berbagai kota atas seruan oposisi terjadi. Mereka datang secara bertahap.

    Seorang sumber mengatakan, tentara bayaran ini sudah masuk sejak Mei 2018, sebelum pemilu Venezuela yang akhirnya dimenangkan Maduro, hingga beberapa hari lalu.

    Yevgeny Shabayev, pemimpin kelompok paramiliter Cossacks di Rusia, dia mendengar ada sekitar 400 tentara bayaran Rusia di Venezuela saat ini. Namun, sumber Reuters lainnya menyebut jumlahnya lebih kecil.

    Baca: AS Akan Pangkas Sumber Pendapatan Maduro, Dialihkan ke Oposisi

    Tentara bayaran ini disebut merupakan anggota perusahaan yang menyediakan jasa keamanan, Wagner group. Perusahaan ini mengirimkan personelnya mendukung pasukan Rusia di Suriah dan Ukraina.

    Menurut Shabayev, mereka terbang ke Venezuela dengan menyewa pesawat Havana, Kuba.Pemerintah Kuba merupakan sahabat terdekat pemerintahan sosialis Maduro dalam dua dekade terakhir.

    Baca: Kudeta Venezuela, Rusia Peringatkan AS Tidak Intervensi Militer

    Tugas tentara bayaran tersebut adalah melindungi Maduro dari berbagai upaya pendukung dan simpatisan oposisi yang ada di dalam pasukan keamanan Venezuela yang akan menangkap Maduro dan aksi protes kelompok oposisi. 

    Kementerian Pertahanan Rusia dan Kementerian Informasi Venezuela tidak memberikan tanggapan tentang tentara bayaran yang dikirim untuk melindungi presiden Nicolas Maduro. Juru bicara Kremlin Dmytri Peskov berujar singkat: "Kami tidak punya informasi tentang itu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Efek Pemilu 2019 terhadap Ekonomi Indonesia

    Pemilihan umum menjadi perhatian serius bagi para investor di pasar saham dan pasar uang. Bagaimana mereka merespon gelaran pesta demokrasi 2019?