Pasca-Teror Katedral, Tentara Filipina Serbu Abu Sayyaf di Hutan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Angkatan Darat Filipina dari Divisi Infanteri Mekanis menembakan mortar saat bentrokan dengan Pejuang Kebebasan Islam Bangsa Moro (BIFF) di Maguindanao, Filipina, 4 Juli 2018. Empat pemberontak BIFF tewas dalam bentrokan ini. Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via REUTERS

    Tentara Angkatan Darat Filipina dari Divisi Infanteri Mekanis menembakan mortar saat bentrokan dengan Pejuang Kebebasan Islam Bangsa Moro (BIFF) di Maguindanao, Filipina, 4 Juli 2018. Empat pemberontak BIFF tewas dalam bentrokan ini. Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan dukungan helikopter dan artileri, tentara Filipina menyerbu sarang Abu Sayyaf di hutan Patikul, Sulu, pada hari Selasa setelah teror bom di katedral Jolo pekan kemarin.

    Operasi militer ini adalah perintah langsung Presiden Rodrigo Duterte terhadap reaksi pemerintah setelah Duterte mengunjungi lokasi pengeboman katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo Senin kemarin.

    Baca: Dua Bom Meledak di Gereja di Filipina Selatan, 27 Orang Tewas

    Dikutip dari Philstar, 31 Januari 2019, operasi militer dimulai dengan serangan udara yang disusul serangan darat. Dua helikopter tempur MG520 mengerahkan roket dan senapan mesin berat terhadap 30 anggota Abu Sayyaf yang dilaporkan terlihat di hutan pegunungan Barangay Latih.

    Tentara Filipina juga menghantam posisi Abu Sayyaf dengan peluru meriam howitzer 105 milimeter.

    Helikopter tempur telah dikerahkan ke Sulu untuk serangan udara terhadap Abu Sayyaf, 30 Januari 2019.[Philstar]

    Juru bicara militer Komando Operasi Mindanao Barat (Westmincom), Kolonel Gerry Besana, mengatakan operasi dimulai pada Selasa pagi setelah tentara darat melacak 30 anggota Abu Sayyaf di hutan lebat.

    "Serangan udara dilakukan dan sembilan roket dan senapan mesin ditembakkan terhadap posisi Abu Sayyaf," kata Besana.

    Baca: Manila Akan Kejar Dalang Serangan Bom Gereja di Filipina Selatan

    Pihak berwenang mengatakan kelompok yang terkait dengan Abu Sayyaf yang disebut Ajang-ajang juga menggunakan kawasan hutan sebagai markas sementara.

    Besana mengatakan masih belum ada laporan korban di pihak pemerintah, terutama pasukan darat.

    Juru bicara Westmincom juga menekankan bahwa serangan yang sedang berlangsung tidak akan mempengaruhi warga sipil.

    Baca: Serangan Granat di Masjid Filipina, 2 Orang Tewas

    "Pasukan darat kami sangat sadar akan keselamatan masyarakat dan tidak akan melancarkan pemboman apa pun jika daerah itu jika dihuni oleh masyarakat sipil," kata Besana.

    Letjen Arnel dela Vega, kepala Westmincom, bersumpah operasi militer intensif tentara Filipina akan terus dilakukan sampai Abu Sayyaf di Sulu dilenyapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.