Riset: Orang Tua Lebih Banyak Sebar Hoaks Daripada Milenial di AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendukung Republik berusia 65 tahun atau lebih menyebar hoaks tujuh kali lebih banyak dibanding kaum muda atau milenial yang berusia 18 hingga 29 tahun selama pilpres AS 2016.

    Sembilan puluh persen orang tidak menyebarkan hoaks, tetapi mereka yang melakukannya, hampir seperlima atau 18 persen memiliki kepercayaan sayap kanan dan memiliki usia pensiun, menurut studi gabungan, seperti dilansir dari Daily Mail, 10 Januari 2019.

    Baca: Eropa Ramai-ramai Memerangi Berita Hoax

    Periset berasal dari dua kampus ternama Amerika Serikat, yakni peneliti dari Princeton University dan New York University. Menurut periset, temuan ini menunjukkan pentingnya pendidikan terhadap kelompok yang rentan menyebar berita bohong.

    Setiap orang dari kelompok usia lanjut ini rata-rata berbagi 0,75 artikel berita palsu atau hoaks, atau tujuh kali lebih banyak daripada kaum milenial.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkampanye di Billings, Montana, pada Kamis, 6 September 2018, mendesak pendukungnya untuk mencoblos pada pemilu tengah pada November 2018 agar dia tidak terkena pemakzulan. AP via Chicago Tribune

    Kebanyakan hoaks yang disebar kebanyakan dari berita palsu yang dibuat pemimpin Republik dan Presiden Donald Trump. Bukan kebetulan, Trump sendiri, meraih suara terbanyak dari kelompok berusia 65 tahun atau lebih, atau sekitar 54 suara dari total perolehan untuk Trump.

    Baca: Hoax Tersebar Lewat WhatsApp, Puluhan Orang di India Tewas

    "Meskipun ada minat luas pada fenomena berita palsu atau hoaks, kita tahu sedikit tentang siapa yang sebenarnya berbagi berita palsu," uangkap Joshua Tucker, profesor bidang politik di New York University

    "Mungkin yang paling signifikan, kami menemukan bahwa berbagi konten ini (hoaks) di Facebook adalah kegiatan yang relatif jarang selama kampanye pilpres AS 2016," tambahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.