Rusia: Keputusan AS Tarik Pasukan dari Suriah Tepat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan AS di markas besar Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) setelah dihantam oleh serangan udara Turki di Gunung Karachok dekat Malikiya. 25 April 2017.[REUTERS / Rodi Said]

    Pasukan AS di markas besar Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) setelah dihantam oleh serangan udara Turki di Gunung Karachok dekat Malikiya. 25 April 2017.[REUTERS / Rodi Said]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut penarikan pasukan AS dari Suriah menciptakan masa depan politik yang lebih baik di Suriah, setelah Trump mengumumkan kemenangan atas ISIS di Suriah.

    Reuters, yang mengutip kantor berita TASS, 20 Desember 2018, melaporkan AS telah memulai proses penarikan pasukan dari Suriah setelah membebaskan wilayah yang dikuasai ISIS.

    Baca: Koalisi AS Hancurkan Masjid di Suriah Diduga Pusat Komando ISIS

    Kemenlu Rusia juga menyebut penarikan pasukan AS adalah langkah awal untuk pembentukan komite konstitusional Suriah.

    Amerika Serikat mengirim pasukan ke Irak pada Juni 2014 dan Suriah pada September 2014 untuk melawan ISIS.

    Anak-anak sekolah Suriah melewati pasukan AS yang berpatroli di dekat perbatasan Turki di Hasakah, 4 November 2018. [REUTERS / Rodi Said]

    Hingga saat ini tercatat ada 2.000 personel AS yang ada di Suriah, sementara sekitar 5.200 pasukan di Irak.

    Selain pasukan AS, pasukan sekutu Prancis juga mulai mundur dari posisi mereka di kota Manbij, Suriah Utara, menurut laporan Sputniknews yang mendapat informasi dari pasukan Kurdi-Suriah, SDF.

    Baca: Rusia dan Suriah Bersumpah Sapu Bersih Teroris di Idlib

    Selain Manbij, pasukan Prancis juga muncur di area lain di Provinsi Aleppo dan Ayn Issa di Raqqa.

    Pentagon mengumumkan seluruh pasukan akan ditarik dari Suriah dalam waktu 60 sampai 100 hari ke depan.

    Pasukan AS membangun markas baru di Manbih, 8 Mei 2018.[REUTERS/Rodi Said]

    Pasukan koalisi pimpinan AS terdiri dari 70 negara lebih untuk melawan ISIS di Suriah dan Irak. Sputniknews melaporkan operasi melawan ISIS di Irak digelar atas persetujuan dengan pemerintah Irak, namun pasukan koalisi AS di Suriah tidak disepakati oleh pemerintah Suriah atau DK PBB.

    Baca: Rusia Sindir Amerika Mau Bantu Teroris Jabhat Al Nusra di Suriah

    Keputusan ini mengejutkan komanda AS di Suriah yang telah berhubungan dengan pemimpin SDF. Komandan yang enggan disebut identitasnya itu mengatakan keputusan penarikan yang sangat cepat mengkhawatirkan faksi militer dukungan AS.

    Donald Trump pada Rabu menyatakan AS telah mengalahkan ISIS di Suriah dan akan menarik seluruh pasukan AS pulang ke tanah air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.