Jaksa Amerika Sebut Trump Arahkan Uang Tutup Mulut Dua Perempuan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kombinasi foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pengacara pribadinya Michael Cohen. REUTERS/Lucas Jackson, Leah Millis/File Photos

    Kombinasi foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pengacara pribadinya Michael Cohen. REUTERS/Lucas Jackson, Leah Millis/File Photos

    TEMPO.CO Washington – Jaksa penuntut Amerika Serikat mengatakan Presiden Donald Trump telah mengarahkan bekas pengacara pribadinya untuk membuat pembayaran uang tutup mulut secara ilegal kepada dua perempuan menjelang pemilu Presiden AS 2016.

    Baca:

     

    Jaksa juga menjelaskan ada upaya dari seorang warga negara Rusia untuk membantu kampanye Trump. Dalam dokumen yang diserahkan ke pengadilan federal, jaksa penuntut di New York dan jaksa yang bekerja dengan penasehat khusus Robert Mueller menyatakan bekas pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, dan bekas ketua tim kampanye, Paul Manafort, layak untuk dipenjara.

    Dokumen ini menunjukkan jaksa meyakini adanya keterlibatan Trump dalam pelanggaran dana kampanye.

    “Secara total, jaksa sepertinya mengatakan Presiden Trump sebenarnya tahu lebih banyak soal ini daripada yang diakuinya,” kata bekas jaksa federal, Michael Zeldin, yang ditanyai komentarnya oleh Reuters, Jumat, 7 Desember 2018 waktu setempat.

    Baca:

     

    Jaksa penuntut diwajibkan pengadilan untuk menyerahkan memo pada Jumat kemarin mengenai kerja sama dengan Cohen kepada hakim distrik AS, William Pauley, di Manhattan. Hakim akan memutuskan hukuman Cohen pada 12 Desember 2018.

    Kasus Cohen ini berimplikasi kepada Presiden Trump terkait pembayaran uang diam kepada dua perempuan yaitu pemain film dewasa Stormy Daniels, dan bekas model Playboy Karen McDougal.

    Seperti dilansir media massa AS sebelumnya, Trump memiliki hubungan intim dengan kedua perempuan itu beberapa tahun lalu sebelum dia mengajukan diri sebagai kandidat Presiden AS. 

    Baca:

     

    Cohen telah mengaku bersalah soal ini pada sidang pengadilan yang digelar pada Agustus 2018 di pengadilan federal New York. Dokumen jaksa yang diserahkan kepada pengadilan pada Jumat kemarin mengkonfirmasi secara resmi kasus ini.

    “Dokumen itu menyatakan Cohen membuat pembayaran itu dengan berkoordinasi dan atas arahan dari Trump,” begitu dilansir Reuters.

    Soal ini, Senator asal Partai Demokrat, yang menjadi oposisi, yaitu Diane Feinstein, mengatakan dokumen legal itu menunjukkan adanya pelanggaran kriminal yang serius termasuk pelanggaran hukum terkait dana kampanye atas arahan dari Presiden Trump.

    Baca:

     

    Mengenai ini, Trump mengatakan lewat cuitan di Twitter bahwa para penyelidik federal dan pejabat senior mengalami konflik kepentingan. Dia tidak menjelaskan bukti atas tuduhannya ini.

    Sedangkan juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan Cohen sebagai pembohong dan menyebut dokumen itu tidak signifikan. “Dokumen pemerintah terkait kasus Cohen tidak mengatakan hal baru kepada kita,” kata dia, yang membela Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.