Peneliti Ini Klaim Tabut Perjanjian Nabi Musa Ada di Ethiopia

Tabut Perjanjian 10 Perintah Allah.[universal.org]

TEMPO.CO, Jakarta - Insitut Pencarian Arkeologi Alkitab (BASE) yang berbasis di AS mengumumkan bahwa para penelitinya diduga menemukan lokasi peninggalan Alkitab legendaris yang dikenal sebagai Tabut Perjanjian yang berisi tablet 10 Perintah Allah yang diwahyukan melalui Nabi Musa.

Dilansir dari Sputniknews, 4 Desember 2018, menurut para arkeolog BASE, artefak adalah sebuah peti yang diyakini berisi dua tablet batu bertuliskan Sepuluh Perintah Tuhan, pertama dikirim ke Mesir dan kemudian dibawa ke Ethiopia.

Baca: Rabi Yahudi Minta Bait Suci Ketiga Dibangun di Yerusalem, Kiamat?

"Tim BASE telah menemukan bukti yang meyakinkan bahwa peti mungkin telah diangkut melalui Sungai Nil ke tempat terakhir di dataran tinggi yang kini dikenal sebagai Ethiopia," kata BASE, mencatat bahwa sementara teori mereka belum sempurna 100 persen, namun berpotensi besar benar.

Tabut Perjanjian Nabi Musa.[mysteriousuniverse.org]

Dilansir dari jw.org, Tabut perjanjian adalah peti suci yang dibuat oleh orang Israel zaman dulu sesuai perintah Allah berisi "Kesaksian", yaitu Sepuluh Perintah yang ditulis pada dua lempengan batu.

Baca: Arkeolog Klaim Temukan Bab Injil yang Hilang

Para peneliti mengklaim bahwa sekte Yahudi yang dipimpin oleh Raja Manasye dari Israel membawa Tabut bersama mereka dan membawanya ke Mesir dari tempat mereka, kemudian berlayar ke Nil sampai Ethiopia.

Para peneliti BASE yang mengejar raja ini akhirnya tiba di Gereja Bunda Maria dari Sion di kota Axum, yang para pendetanya mengklaim bahwa peti itu memang ada di dalamnya.

Tabut Perjanjian Nabi Musa.[mysteriousuniverse.org]

Dilansir dari Mysterious Universe, peneliti BASE baru-baru ini mengklaim artefak berada di Bukit Bait Suci di Yerusalem sampai 701 SM. Beberapa waktu setelah itu, pada masa pemerintahan Raja Manasye, patung itu dipindahkan dan dibawa ke Pulau Elephantine di Mesir di mana ada reruntuhan kuil yang dibangun pada 6540 SM yang cocok dengan dimensi kuil Salomo di Yerusalem.

Karena dimensi-dimensi dan fakta bahwa kuil tidak diizinkan di luar Yerusalem, ia percaya ini adalah kuil darurat yang dibangun hanya karena satu alasan: untuk menyimpan Bahtera. Bukti BASE menunjukkan bahwa kuil ini dihancurkan pada 410 SM, sehingga Tabut dipindahkan ke tempat lain.

Gereja Kuno Santa Maria Sion di Axsum, Tigray Region, Ethiopia.[wikipedia.org]

BASE kemudian mengarah ke Ethiopia ketika banyak yang menduga peti suci dibawa ke sana oleh Menelik I setelah dia mengunjungi ayahnya. Raja Salomo, menurut BASE, setelah meninggalkan Mesir, mula-mula berhenti di Pulau Tana Kirkos di Danau Tana, di mana biarawan Kristen Ethiopia menunjukkan mereka artefak yang mereka klaim berasal dari kuil Salomo.

Baca: Injil Kuno Ditemukan dalam Pemeriksaan Lalu Lintas di Turki

BASE mengklaim bahwa Tabut Perjanjian kemudian dipindahkan ke Axum, di mana banyak yang percaya bahwa Tabut itu disimpan di Gereja Sion St Mary dan dijaga oleh seorang pendeta. Namun para peneliti tidak diizinkan untuk melihat langsung dan hanya pendeta penjaga yang bisa melihat Tabut Perjanjian Nabi Musa.






Peneliti Ungkap Efek Jangka Panjang Gas Air Mata, Cacat hingga Kematian

12 jam lalu

Peneliti Ungkap Efek Jangka Panjang Gas Air Mata, Cacat hingga Kematian

Efek gas air mata mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk risiko kematian.


BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

6 hari lalu

BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengharapkan semangat keempat periset dapat menular kepada rekan-rekannya.


Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

13 hari lalu

Pemerintah Cekal Peneliti Asing Erik Meijaard dkk, Diminta Lapor pada Menteri KLHK

KLHK juga meminta agar tidak melayani melayani permohonan kerja sama oleh Erik Meijaard dkk di tingkat tapak dalam kewenangan Kepala UPT.


Cina Negara Ketiga Temukan Mineral Baru di Bulan

20 hari lalu

Cina Negara Ketiga Temukan Mineral Baru di Bulan

Misi Chang'e 5 mengumpulkan 1,73 kilogram sampel dari Bulan dan mengirimkannya dengan aman ke Bumi untuk dipelajari.


Inilah Sebab Ethiopia Tidak Pernah Dijajah

20 hari lalu

Inilah Sebab Ethiopia Tidak Pernah Dijajah

Sekitar 90 persen wilayah Afrika di bawah kendali Eropa pada 1914. Namun, Ethiopia berhasil menjadi negara Afrika yang tidak pernah dijajah. Mengapa?


Gletser Swiss Susut Setengah Sejak 1930-an, Mencair Makin Cepat

29 hari lalu

Gletser Swiss Susut Setengah Sejak 1930-an, Mencair Makin Cepat

Volume es di gletser Swiss telah menyusut 62 kilometer kubik atau sebanyak 51,1 persen selama 85 tahun.


Ethiopia Serang Taman Bermain di Tigray, 7 Orang Tewas, Termasuk 3 Anak

38 hari lalu

Ethiopia Serang Taman Bermain di Tigray, 7 Orang Tewas, Termasuk 3 Anak

Serangan udara di tempat bermain anak-anak menewaskan sedikitnya tujuh orang di ibu kota wilayah Tigray, utara Ethiopia


Separuh Populasi Tigray Tak Punya Makanan

45 hari lalu

Separuh Populasi Tigray Tak Punya Makanan

beberapa lembaga nirlaba kesulitan menjangkau area pinggir Tigray karena tidak ada cukup suplai bahan bakar untuk ke sana


Macan Tutul Terlihat Muncul di Beberapa Lokasi Jawa Barat, Apa Kata Peneliti?

50 hari lalu

Macan Tutul Terlihat Muncul di Beberapa Lokasi Jawa Barat, Apa Kata Peneliti?

Sejauh ini dari laporan yang diterima, macan tutul yang masuk ke kawasan warga selalu diusir.


Ethiopia Rampungkan Pembangunan Tahap 3 Waduk Terbesar

51 hari lalu

Ethiopia Rampungkan Pembangunan Tahap 3 Waduk Terbesar

Ethiopia mengumumkan selesainya pembangaunan tahap ketiga dari waduk raksasa yang menelan biaya Rp 58 triliun).