Selasa, 24 April 2018

Injil Kuno Ditemukan dalam Pemeriksaan Lalu Lintas di Turki

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tato Brooklyn Beckham. instagram.com

    Tato Brooklyn Beckham. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Turki menyita sebuah Injil kuno dari kulit dalam sebuah razia lalu lintas rutin di provinsi Nigde, bagian tengah Turki, Sabtu, 9 Maret 2018. Media-media di Turki mewartakan temuan Injil kuno ini mengejutkan karena dilakukan saat pengecekan rutin oleh kepolisian di raya jalan Aksaray-Adana, Nigde. 

    Di kutip dari situs rt.com pada Senin, 9 April 2018, empat laki-laki telah di tahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dua orang dari total empat orang yang sudah ditahan itu adalah warga negara Suriah dan satu orang warga negara Irak.       

    Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui berapa tahun usia Injil tersebut. Namun dipastikan Injil kuno tersebut berniai sejarah tinggi. Manuskripnya ditulis di atas kulit dengan gambar-gambar mengenai Kristiani.    

    Bagaimana Injil tersebut bisa berada dalam kendaraan tersebut, juga masih menjadi misteri. Akan tetapi, penyelundupan barang-barang bersejarah dari Suriah ke Turki dilaporkan meningkat. Turki dan Suriah berbatasan secara geografis dan sejak meletupnya perang sipil Suriah 7 tahun lalu, pencurian barang-barang purbakala naik.

    Baca:ISIS Janji Tidak Hancurkan Palmyra, Kecuali Patung  

     Seorang anggota ISIS menghancurkan sebuah patung kuno, benda seni dan bersejarah yang tidak ternilai harganya. Kejadian itu terjadi di Museum Niniwe, tempat dimana benda bersejarah dan bernilai tinggi dikumpulkan. Mosul, Irak, 26 Februari 2015. Dailymail.co.uk

    Baca: ISIS Hancurkan Makam Keluarga Nabi Muhammad di Suriah

    Perang sipil Suriah telah menghancurkan puluhan gedung kuno, candi dan benda-benda purbakala lainnya. Ari Ide-Ektessabi, Profesor bidang teknologi pengambilan gambar tingkat tinggi, fakultas teknik, Universitas Kyoto, Jepang, mengatakan pencurian benda-benda purbakala adalah contoh tindakan orang-orang yang tak faham aset budaya. Musuh terbesar aset budaya adalah perang, kemiskinan dan kebodohan, yang bisa ditemukan dalam manusia. 


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Prevalensi, Penyebab, dan Pencegahan Stunting di Indonesia 2018,

    Pada 2018, satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting karena masalah kekurangan gizi yang sudah terjadi sejak dalam kandungan.