Fantastis, Seluruh Warga Desa di Turki Berhenti Merokok

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seluruh warga desa Haydarbeyli di Turki tidak merokok. [Daily Sabahj]

    Seluruh warga desa Haydarbeyli di Turki tidak merokok. [Daily Sabahj]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika para perokok di berbagai negara kesulitan berhenti dari kebiasaan yang membahayakan jiwanya, peristiwa fantastis terjadi di satu desa kecil di Turki karena seluruh penduduk desa telah berhenti merokok.

    Sebanyak 180 warga desa Haydarbeyli di Yozgat, Anatolia tengah, Turki telah berhenti merokok. Menurut kepala desa, Rifat Eraslan, penduduk desa saling membantu agar tetangganya berhenti merokok.

    Baca: UEA Naikkan 'Pajak Dosa' Rokok 100 Persen, Hasilnya?

    "Setiap warga desa saling mendukung," ujar Eraslan seperti dikutip dari Daily Sabah, 3 Desember 2018.

    Menurut Eraslan, warga mematuhi saran presiden Recep Tayyib Erdogan untuk berhenti merokok. "Kami mematuhi sarannya," katanya.

    Muhsin Varol, seorang warga desa Haydarbeyli menuturkan, dulu dia perokok berat selama lebih dari 13 tahun. Ia kemudian memutuskan untuk menghentikan kebiasaan merokok.

    "Saya berhenti merokok, seperti semua warga di sini. Kami juga mengorganisasi kelompok berjalan pada pagi dan malam hari agar tetap sehat," ujar Varol.

    Baca: Malaysia Naikkan Harga Rokok Mulai Akhir Oktober

    Yasin Ugurlu, warga desa Hyadarbeyli, menuturkan dirinya berhenti merokok setelah menjalani kebiasaan merokok selama 4 tahun.

    "Semua orang sangat tahu mengenai apa bahaya merokok namun kebanyakan orang memilih untuk mengabaikannya," kata Ugurlu.

    Karena di Haydarbeyli, tidak satu orang pun merokok, membuat setiap pendatang yang merokok jadi tidak merokok karena mereka merasa malu.Anda tidak akan dapat menemukan satu puntung rokok di desa kami," ujar Ugurlu.

    Baca: Dari Uang Sampai Rokok: Kebiasaan Memberikan Angpao di China

    Karena seluruh warga tidak merokok, rumah mereka termasuk mobil dan jalanan tidak tercium bau rokok. Mereka juga melarang orang yang data merokok di desa mereka.

    Untuk menghormati upaya warga desa, kepala provinsi Yesulay yang membawahi desa bebas rokok itu, Halil Ibrahim Coskun bersedia datang ke desa Hyadarbeyli dan memberikan penghargaan.

    " Fantastis, Haydarbeyli mendengarkan ajakan kami. Saya ecara pribadi ingin berterimakasih atas putusan mereka. Saya berharap banyak lagi orang lain akan mengikuti contoh yang telah mereka lakukan dan kami akan menghilangkan kebiasan merokok bersama-sama," kata Coskun.

    Di dunia ada sekitar 3,3 miliar perokok dan setiap tahun hampir 5 juta orang tewas akibat merokok.

    Jumlah perokok di Turki lebih dari 17 juta orang dan 250 orang tewas setiap hari karena kebiasaan merokok yang membahayakan kesehatan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.