5 Hal Mengenai Ivanka Trump, Putri Presiden Trump

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivanka Trump dan suaminya Jared Kushner ikut menemani ayahnya Donald Trump bersama ibu negara Melania Trump saat berkunjung ke Vatikan dan mendarat di Bandara Internasional Fiumicino Leonardo Da Vinci di Roma, Italia, 23 Mei 2017. AP Photo

    Ivanka Trump dan suaminya Jared Kushner ikut menemani ayahnya Donald Trump bersama ibu negara Melania Trump saat berkunjung ke Vatikan dan mendarat di Bandara Internasional Fiumicino Leonardo Da Vinci di Roma, Italia, 23 Mei 2017. AP Photo

    TEMPO.COWashington – Putri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yaitu Ivanka Trump, menjadi sorotan dari Partai Demokrat dan lembaga pemantau American Oversight mengenai penggunaan akun email pribadi saat bekerja. Reuters melansir ini karena Ivanka menjabat sebagai salah satu penasehat senior di Gedung Putih dan bekerja langsung dengan ayahnya.

    Baca:

    Menang Pemilu Sela, Demokrat Bakal Investigasi Ivanka Trump

     

    Ivanka dikenal kerap menemani Trump dalam berbagai kunjungan ke daerah di AS. Dia juga sering diajak Trump untuk naik ke panggung pada kampanye pemilihan Presiden AS pada 2016. 

    Ivanka juga pernah menghadiri forum perempuan yang dihadiri Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde. Dia memuji peran Trump dalam membela hak-hak perempuan bekerja. 

    “Jauh sebelum jadi Presiden, dia (Trump) mendukung hak-hak ini sejak masa pencalonan Presiden,” kata Ivanka seperti dilansir CNN pada 25 April 2017 dan dikuti The Week.

    Berikut ini sejumlah hal mengenai Ivanka Trump yang relatif belum diketahui banyak orang seperti dilansir The Week:

    1. Pendidikan Elit

    Ivanka, yang lahir di New York pada 1981, merupakan satu-satunya putri Trump dari pernikahannya dengan model Ivana Trump. Ivanka menjalani pendidikan awal di sekolah elit Chaplin School, yang alumnusnya termasuk Jackie Kennedy Onassis. Dia lalu melanjutkan bersekolah di Choate Rosemary Hall di Connecticut, yang juga dihadiri oleh John F. Kennedy.

    Baca:

    1. Ibu Negara

    Ivanka berperan aktif dalam masa kampanye Trump pada pilpres AS 2016. Kehadirannya dinilai efektif untuk menyampaikan pesan politik ke publik. Media Vanity Fair pernah menyebutnya sebagai ‘proxy wife’ karena lebih aktif menemani Trump dibandingkan istri Melania, yang merupakan seorang imigran.

    1. Judaisme

    Ivanka terlahir sebagai penganut Kristen Presbyterian tapi beralih menjadi penganut agama Yahudi pada 2009 ketika akan menikahi Jared Kushner. Pasangan ini memiliki tiga anak yaitu Arabella Rose, Joseph Frederick dan Theodore James.

    Baca:

    Kepada Vogue, Ivanka mengatakan keluarganya menganut makanan kosher dan mengikuti ritual pekanan Sabbath dengan mematikan ponsel untuk menikmati kebersamaan.

    Ivanka jarang membicarakan soal agama dan menyebutnya sebagai hal pribadi. Namun, Trump beberapa kali menyebut ini untuk menunjukkan keberpihakannya kepada Israel. “Saya punya cinta yang besar untuk Israel. Saya punya menantu dan putri yang menganut agama Yahudi. Dan cucu yang juga beragaman Yahudi,” kata Trump.

    Baca:

    1. Menulis Buku

    Ivanka telah menulis setidaknya dua buku yaitu “Trump Card” yang terbit pada 2009 dan “Women Who Work: Rewriting the Rules for Success” pada 2017. Buku pertama berisi narasi bagi perempuan yang bekerja. Sedangkan buku kedua berisi cara-cara terbaik menjadi seorang perempuan yang bekerja. Kedua buku mendapat kritik dari pengamat.

    1. Penasehat

    Bersama suaminya, Ivanka Trump menjabat sebagai penasehat senior Trump di Gedung Putih namun tidak digaji. Menurut media New York Times, penunjukan anggota keluarga sebagai penasehat formal merupakan preseden baru. Pengamat mengkritik penunjukan Trump itu membuat Ivanka bisa menghindari aturan pengungkapan finansial pribadinya. Pengacara etika seperti Norman Eisen menyebut penunjukan itu bernuansa nepotisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.