Rabu, 21 November 2018

Putin Sampaikan Belasungkawa Atas Jatuhnya Lion Air JT 610

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam satu sesi forum internasional Russian Energy Week di Moskow, Rusia 3 Oktober 2018. [REUTERS]

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam satu sesi forum internasional Russian Energy Week di Moskow, Rusia 3 Oktober 2018. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim pesan Telegram ke Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

    "Rusia ikut berduka kepada mereka yang kehilangan kerabat dan teman dalam kecelakaan ini, dan semoga mereka tabah dan kuat menghadapi situasi yang sulit ini," tulis Vladimir Putin melalui Telegram, seperti dikutip dari TASS, 29 Oktober 2018.

    Baca: Lion Air Jatuh, Jokowi: Hati Saya Bersama Keluarga Korban

    Pesawat Boeing 737 MAX dalam perjalanan ke kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, jatuh sekitar 13 menit setelah lepas landas dari Jakarta, pada Senin pagi. Menurut rilis data, 189 orang berada di pesawat.

    Petugas mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di posko Lion Air JT 610 di JICT II Tanjung Priok, Jakarta, 29 Oktober 2018. Enam kantong jenazah tersebut saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Lion Air JT 610 kehilangan kontak dengan petugas lapangan 13 menit setelah tinggal landas. Dilansir dari Reuters, pesawat jatuh di perairan dengan kedalaman sekitar 30 meter hingga 35 meter, sekitar 15 kilometer di utara pantai pulau Jawa.

    Penyelidik berupaya menemukan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan (Blackbox) untuk membantu menentukan penyebabnya, kata pakar keamanan.

    Baca: Insiden Lion Air JT 610, Jokowi Minta Lembaga Bergerak Cepat

    Sebelum jatuh, pilot Lion Air JT 610 telah meminta untuk kembali ke pangkalan sesaat sebelum kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara, menurut juru bicara otoritas navigasi udara Indonesia.

    Salah satu keluarga korban Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang tiba di crisis centre Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 29 Oktober 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Data dari layanan pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi sekitar dua menit setelah penerbangan pesawat mencapai 2.000 kaki atau sekitar 609 meter.

    Baca: Korban Lion Air: Kami Belum Putus Asa, Berharap Semua Baik-baik

    Pada titik itu, pesawat turun 500 kaki atau 152 meter lebih dan berbelok ke kiri sebelum naik lagi hingga ketinggian 5.000 kaki atau 1.524 meter sebelum akhirnya jatuh.

    Sebelum jatuh, kecepatan pesawat Lion Air JT 610 dilaporkan pada 638 km/jam, sebelum hilang ketika berada di ketinggian 3.650 kaki atau 1.112 meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.